Fakta Baru Thomas Matthew Crooks, Penembak Donald Trump saat Kampanye di Pennsylvania

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 15 Juli 2024 | 17:31 WIB
Berikut ini fakta baru Thomas Matthew Crooks, penembak Donald Trump calon presiden AS saat kampanye di Pennsylvania. (X.com/@DonaldJTrumpJr)
Berikut ini fakta baru Thomas Matthew Crooks, penembak Donald Trump calon presiden AS saat kampanye di Pennsylvania. (X.com/@DonaldJTrumpJr)

Catatan pemilih negara bagian menunjukkan bahwa Crooks terdaftar sebagai anggota Partai Republik dan pemilihan umum 5 November mendatang akan menjadi pertama kalinya Crooks cukup umur untuk memberikan suara dalam pemilihan presiden.

Namun, saat berusia 17 tahun, ia menyumbang 15 dolar kepada ActBlue, sebuah komite aksi politik yang mengumpulkan uang untuk politisi berhaluan kiri dan Demokrat, menurut pengajuan Komisi Pemilihan Umum Federal tahun 2021.

Baca Juga: Opini: Donal Trump Kena Batunya

Sumbangan tersebut dialokasikan untuk Progressive Turnout Project, sebuah kelompok nasional yang menggalang dukungan bagi Demokrat untuk memberikan suara.

Kronologi Penembakan

Pada hari Sabtu, menurut sebuah video oleh situs berita hiburan TMZ yang berbasis di California, Crooks terlihat berbaring tengkurap di atap gedung dengan senapan di tangan.

"Pria itu berambut cokelat panjang, dan ia tampak mengenakan kemeja abu-abu/celana khaki – dan seperti yang Anda lihat, ia dengan hati-hati mencoba (untuk) menentukan sasaran dari jauh sebelum menarik pelatuknya," lapor TMZ.

Trump, 78 tahun, baru saja memulai pidatonya ketika tembakan terdengar.

Baca Juga: Donald Trump Dituduh 34 Kejahatan Pemalsuan Catatan Bisnis, Minta Partai Republik Lakukan Hal Ini

Calon Presiden AS itu memegang telinga kanannya dengan tangan kanannya, lalu menurunkan tangannya untuk melihatnya sebelum berlutut di belakang podium sebelum agen Secret Service melindunginya.

Dia muncul sekitar semenit kemudian, topi merahnya yang bertuliskan "Make America Great Again" terlepas.

Trump terdengar berkata "tunggu, tunggu", sebelum mengepalkan tinjunya ke udara. Para agen kemudian membawanya ke sebuah SUV hitam.

Sebuah pernyataan yang dirilis oleh FBI pada hari Minggu mengonfirmasi bahwa senjata api yang digunakan dalam penembakan itu dibeli secara legal.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X