Para agen kemudian membawanya ke sebuah SUV hitam.
"Saya ditembak dengan peluru yang menembus bagian atas telinga kanan saya," kata Trump kemudian di platform Truth Social-nya setelah penembakan di Butler, Pennsylvania, sekitar 30 mil (50 km) di utara Pittsburgh sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
"Banyak pendarahan terjadi," tambahnya.
Tim kampanye Trump mengatakan ia "baik-baik saja."
Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro mengatakan Trump meninggalkan daerah Butler di bawah perlindungan Secret Service AS dengan bantuan polisi negara bagian Pennsylvania.
Penembakan itu terjadi kurang dari empat bulan sebelum pemilihan umum 5 November, ketika Trump menghadapi pertandingan ulang dengan Presiden Demokrat Joe Biden.
Sebagian besar jajak pendapat termasuk yang dilakukan oleh Reuters atau Ipsos menunjukkan keduanya terlibat dalam persaingan ketat.***
Artikel Terkait
Menlu AS Antony Blinken Sebut Hamas Ajukan Revisi Gencatan Senjata di Gaza
AS Tambah Impor Minyak dari Irak
Netanyahu Protes Gegara AS Tunda Kirim Senjata ke Israel, Gedung Putih Justru Bilang Ini
Beda dari Klaim AS, Netanyahu Bakal Terus Perangi Hamas di Gaza
AS Usulkan Revisi Gencatan Senjata di Gaza, Hamas Klaim Joe Biden Gagal Bujuk Israel Penjajah