Warga Panik, Donald Trump Jadi Korban Penembakan di Pennsylvania

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 14 Juli 2024 | 14:45 WIB
Calon Presiden AS Donald Trump jadi korban penembakan saat kampanye di Pennsylvania baru-baru ini. (X.com/@DonaldJTrumpJr)
Calon Presiden AS Donald Trump jadi korban penembakan saat kampanye di Pennsylvania baru-baru ini. (X.com/@DonaldJTrumpJr)
 

SENAYANPOST - Calon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jadi korban penembakan saat kampanye di Pennsylvania belum lama ini.

Donald Trump yang menjadi korban penembakan itu ditembak di telinga pada Sabtu, 13 Juli 2024 setelah kelalaian keamanan yang besar.

Serangan terhadap Donald Trump ini kemungkinan akan mengubah pemilihan presiden yang akan berlangsung pada November mendatang.

Ini juga dapat memicu ketakutan di tengah publik AS bahwa kampanye tersebut dapat berubah menjadi kekerasan politik.

Baca Juga: Sejumlah Tokoh Ultra-Konservatif Israel Berpotensi Gantikan PM Benjamin Netanyahu

Beberapa saat setelah penembakan, Trump dikerumuni dan ditutupi oleh agen keamanannya.

Dia segera keluar, wajahnya berlumuran darah, dan mengepalkan tinjunya ke udara, mengucapkan kata-kata "Lawan! Lawan! Lawan!"

FBI mengidentifikasi Thomas Matthew Crooks yang berusia 20 tahun dari Bethel Park, Pennsylvania, sebagai "subjek yang terlibat" dalam apa yang disebutnya sebagai percobaan pembunuhan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu pagi.

Sebelumnya Dinas Rahasia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penembak itu tewas, satu peserta rapat umum tewas dan dua penonton lainnya terluka.

Baca Juga: Ancam Cabut Bantuan, Yahudi Haridim Harus Ikut Wajib Militer Sejak Agustus 2024

Petugas penegak hukum mengatakan kepada wartawan bahwa mereka belum mengidentifikasi motif serangan itu.

Trump, 78 tahun, baru saja memulai pidatonya ketika tembakan terdengar.

Ia memegang telinga kanannya dengan tangan kanannya, lalu menurunkan tangannya untuk melihatnya sebelum berlutut di belakang podium sebelum agen Secret Service melindunginya.

Ia muncul sekitar semenit kemudian, topi merahnya yang bertuliskan "Make America Great Again" terlepas, dan terdengar berkata "tunggu, tunggu," sebelum mengepalkan tinjunya ke udara.

Baca Juga: Semakin ke Kanan, Tokoh Oposisi Nilai PM Benjamin Netanyahu Mulai Kehilangan Kekuasaan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X