Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen pada 8 Maret 2024, Gerakan ini menekankan bahwa rencana AS "mencurigakan dan meragukan"
Setelah pernyataan Biden, dermaga buatan ini dikhawatirkan digunakan AS dan Israel untuk melaksanakan tujuan-tujuan lain yang mengkhawatirkan, seperti rencana pemindahan paksa dengan alasan kemanusiaan dan alasan lainnya.
Terbaru, Pemerintah AS memindahkan dermaga buatan ini ke Israel dengan alasan keamanan.
"Seperti biasa, keselamatan anggota pasukan kami adalah prioritas utama, dan relokasi sementara dermaga akan mencegah potensi kerusakan struktural yang mungkin disebabkan oleh peningkatan kondisi laut," kata juru bicara Kementerian Pertahanan AS, Sabrina Singh pada 28 Juni 2024, dikutip SenayanPost.com dari US Department of Defense.
Sabrina menambahkan bahwa dalam tujuh hari terakhir, AS mengirimkan lebih dari 4.500 metrik ton bantuan ke tempat penampungan di Gaza.
Dengan begitu klaim bahwa Hamas menyerahkan Gaza kepada Israel lewat dermaga buatan tidak benar.
Baca Juga: Hamas dan Jihad Islam Palestina Sampaikan Tanggapan Gencatan Senjata di Gaza kepada Mediator
KESIMPULAN
Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, SenayanPost.com menyimpulkan bahwa konten yang berisi klaim dermaga buatan dibuat atas persetujuan Hamas dan Hamas ingin menyerahkan Gaza kepada Israel lewat dermaga tersebut adalah keliru.***
Artikel Terkait
Cek Fakta: Anies Baswedan Klaim Kemenhan Beli Alutsista Bekas Rp700 T, Benarkah?
Teks Lengkap Jawaban Hamas soal Gencatan Senjata di Gaza kepada Israel Penjajah
Beda dari Klaim AS, Netanyahu Bakal Terus Perangi Hamas di Gaza
AS Usulkan Revisi Gencatan Senjata di Gaza, Hamas Klaim Joe Biden Gagal Bujuk Israel Penjajah
Cek Fakta: Benarkah Tiga Anak Ismail Haniyeh Hidup Mewah di Turki?