Baca Juga: مستشار الرئيس الجمهورية يشيد بناء قصر ماجافاحيت جاكرتا
Seorang juru bicara militer Israel menyebut pengumuman itu sebagai 'kebohongan yang terang-terangan'.
Uni Eropa menyebut serangan terbaru Israel sebagai 'pembantaian' sementara seorang petugas medis mengatakan bagian dalam Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa menggambarkan kejadian tersebut sebagai 'pertumpahan darah total'.
Tanya Haj-Hassan mengatakan staf di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa kewalahan dengan banyaknya korban tewas dan terluka yang datang setelah pemboman tersebut, dengan banyak pasien terpaksa berbaring di lantai saat staf berjuang untuk merawat mereka.
"Seperti itulah pembantaian itu," kata Haj-Hassan kepada Al Jazeera.
Baca Juga: Propaganda Israel Terkait Terowongan di Sinai Mesir
"Gambar dan video yang saya terima menunjukkan pasien tergeletak di mana-mana dalam genangan darah… anggota tubuh mereka patah," ujarnya.
Hamas mengatakan bahwa pembebasan empat tawanan Israel 'tidak akan mengubah kegagalan strategis tentara Israel di Jalur Gaza', terutama setelah memakan waktu delapan bulan untuk melaksanakan operasi tersebut.
Pernyataan tersebut juga mengatakan bahwa laporan bahwa AS memfasilitasi operasi Israel membuktikan lagi bahwa Washington 'terlibat dan sepenuhnya terlibat dalam kejahatan perang yang dilakukan' di wilayah Jalur Gaza yang terkepung.***
Artikel Terkait
Komentar Warga Gaza soal Penangkapan Benjamin Netanyahu dan Tiga Petinggi Hamas
Israel Penjajah Tolak Usulan Gencatan Senjata di Gaza dari AS, Benjamin Netanyahu Ingin Singkirkan Hamas
Hamas Sebut Belum Terima Proposal Gencatan Senjata di Gaza dari AS
Hamas Bantah Perlawanan Terima Otoritas Palestina untuk Kelola Penyeberangan Rafah
Netanyahu Diduga Halangi Penyelidikan Serangan Hamas 7 Oktober 2023, Ada Apa?