Dalam pidatonya di Knesset, ia juga menekankan adanya ancaman dari Iran yang bulan lalu mengirimkan roket balasan.
Baca Juga: Benjamin Netanyahu Sebut ICC Absurd hingga Antisemit Usai Karim Khan Rilis Surat Penangkapan
"Saya tidak bermaksud mengakhiri perang sebelum setiap tujuan tercapai. Jika kita menyerah, pembantaian akan kembali terjadi. Jika kita menyerah, kita akan memberikan kemenangan besar terhadap teror dan Iran," lanjutnya.
Dalam sidang pleno Knesset itu juga Netanyahu membantah terkait serangan berdarah di Rafah baru-baru ini.
Rafah adalah Gaza bagian selatan di mana lebih dari satu juta pengungsi Palestina berdiam di sana.
Tidak sedikit pemimpin dunia yang mengecam serangan Israel ke Rafah termasuk Prancis.
Presiden Emmanuel Macron mengatakan Netanyahu harus mengakhiri perang di Gaza dan mengizinkan bantuan kemanusiaan di daerah kantong tersebut.***
Artikel Terkait
Menteri Kabinet Perang Israel Ultimatum Netanyahu soal Rencana Pascaperang di Gaza, Benny Gantz: Kalau Tidak...
Jaksa ICC Rilis Surat Penangkapan Benjamin Netanyahu dan Tiga Petinggi Hamas Atas Kejahatan Perang di Gaza
Benjamin Netanyahu Sebut ICC Absurd hingga Antisemit Usai Karim Khan Rilis Surat Penangkapan
Komentar Warga Gaza soal Penangkapan Benjamin Netanyahu dan Tiga Petinggi Hamas
Benjamin Netanyahu Jadi Buronan ICC, Kongres AS Justru Undang Perdana Menteri Israel ke Washington