Hari ke-235 Genosida, Benjamin Netanyahu Bantah Halangi Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 28 Mei 2024 | 15:08 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah telah halangi kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas di Gaza. (Twitter.com/@IsraeliPM)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah telah halangi kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas di Gaza. (Twitter.com/@IsraeliPM)

SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu baru-baru ini membantah telah menghalangi kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas di Gaza.

Di mimbar Knesset, Netanyahu mengatakan bahwa perang di Gaza adalah sebuah keharusan dan tentara Israel harus menang di atas Hamas.

Meskipun saat ini Israel terancam dikucilkan dunia internasional, Netanyahu berkeyakinan untuk terus melakukan perang di Gaza dan menyelamatkan para tawanan.

"Mereka yang mengatakan mereka tidak siap menghadapi tekanan mengibarkan bendera kekalahan. Saya tidak akan mengibarkan bendera seperti itu, saya akan terus berjuang sampai bendera kemenangan dikibarkan," kata Benjamin Netanyahu pada 28 Mei 2024, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.

Baca Juga: Benjamin Netanyahu Jadi Buronan ICC, Kongres AS Justru Undang Perdana Menteri Israel ke Washington

Nampaknya Netanyahu dan kabinet perangnya belum mau untuk mengakhiri perang di Gaza.

Beberapa kali Perdana Menteri Israel itu menyatakan akan melenyapkan Hamas.

Sebagaimana diketahui, genosida di Gaza telah berlangsung 235 hari dan belum ada tanda-tanda peperangan akan berakhir.

Beberapa kali Hamas dan faksi Perlawanan Palestina berusaha negosiasi gencatan senjata dengan Israel yang dimediasi oleh Mesir dan Qatar.

Baca Juga: Komentar Warga Gaza soal Penangkapan Benjamin Netanyahu dan Tiga Petinggi Hamas

Sayangnya, sering mengalami jalan buntu karena Netanyahu tidak ingin perang ini berakhir.

Pengamat geopolitik mengatakan bahwa jika perang berakhir maka pemerintahan Netanyahu juga akan mengalami hal yang sama.

Sebelum insiden 7 Oktober, Netanyahu terancam skandal korupsi di Israel.

Terakhir, Hamas sudah setuju untuk melakukan gencatan senjata, sayangnya tidak diamini oleh Israel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Times of Israel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X