"Rafah adalah jebakan maut," kata Anat, ibu dari seorang prajurit pasukan khusus Israel yang ditempatkan di Gaza.
"Hamas punya banyak waktu untuk mempersiapkan tempat pembunuhan tentara kami. Kami sangat prihatin dan khawatir," lanjutnya.
Israel telah menggambarkan kota itu sebagai benteng terakhir Hamas, dengan mengatakan bahwa mereka harus menyerang agar berhasil mencapai tujuannya untuk membubarkan kelompok tersebut, membunuh para pemimpinnya dan mengembalikan 132 sandera yang masih hilang.
Baca Juga: Keberadaan Yahya Sinwar Petinggi Hamas di Gaza Masih Misterius, Ini Kata Pejabat Israel
Di tempat lain di wilayah yang dilanda perang, Hamas dapat menerapkan kembali wewenangnya setelah operasi IDF.
"Kekhawatiran kami terwujud ketika kami menyaksikan militer segera menarik diri dari suatu wilayah, namun Hamas dengan cepat mendapatkan kembali kendali atas wilayah tersebut," kata Anat.
"Pada bulan-bulan pertama perang, kami mendukung seluruh operasi. Tidak ada pilihan lain selain melawan dan menyingkirkan Hamas di Gaza. Namun dalam beberapa bulan terakhir, kami memahami tidak ada rencana yang jelas," ungkapnya.
IDF awalnya memanggil 350.000 pasukan cadangan untuk serangan militer terhadap Hamas yang dilancarkan setelah serangan mendadak bulan Oktober yang dilancarkan oleh kelompok perlawanan Palestina tersebut ke Israel selatan.
Bentrokan antara Hamas dan tentara Israel tersebut menewaskan 1.200 orang, yang sebagian besar adalah warga sipil.
Sebagian besar dibebastugaskan dari dinas pada bulan Januari, meskipun beberapa kini telah dimobilisasi lagi untuk serangan Rafah.
Tiga divisi IDF kini aktif di Gaza, kekuatan terbesar selama beberapa bulan.
Idit, ibu seorang komandan Israel, mengatakan bahwa anaknya kini dipindahtugaskan ke Rafah.
"Anak saya mengirimi saya pesan di WhatsApp beberapa menit yang lalu. Mereka sedang pindah ke Rafah, katanya padaku. Dan saya ketakutan. Kami tidak menentang misi melawan Hamas, namun memasuki Rafah tidak membenarkan misi ini," katanya.
Idit mengatakan putranya tidak ingin memasuki Rafah.
Artikel Terkait
Tabrak Sarang Tawon di Gaza, 12 Tentara Israel Penjajah Dilarikan ke Rumah Sakit
Intelijen Israel Diduga Kecolongan Gegara Ini, Bikin Hamas Sukses Lancarkan Operasi Badai Al Aqsa 7 Oktober 2023
Keberadaan Yahya Sinwar Petinggi Hamas di Gaza Masih Misterius, Ini Kata Pejabat Israel
Lirik Lagu Hinds Hall dari Macklemore, Terinspirasi dari Protes Mahasiswa AS dan Hind Rajab Gadis Palestina yang Dibunuh Penjajah Israel
Israel Penjajah Terus Bombardir Gaza, Hamas Berikan Perlawanan Sengit