"Kita perlu mengobarkan aksi perlawanan di seluruh Palestina dan mendukungnya secara finansial, moral, dan media," katanya seperti dikutip oleh outlet berita New Arab milik Qatar.
Baca Juga: Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza Temui Jalan Buntu, AS Sebut Bola Ada di Tangan Hamas
Dalam pidato yang sama, ia meramalkan bahwa 'gempa akan melanda wilayah tersebut' dalam waktu dekat.
Issa terlibat dalam Brigade Al Qassam sejak awal berdirinya dan memainkan peran penting dalam membangun dan menjadikan mereka sebagai organisasi militer dan bukan sebagai milisi yang tidak terikat, menurut lembaga penyiaran publik Kan.
Dia naik pangkat di sayap militer Hamas, menjadi orang kedua di komando Deif pada tahun 2012 setelah pembunuhan pendahulunya Ahmed Jabari.***
Artikel Terkait
Makin Genting, Abu Ubaidah Ungkap Kondisi Warga Israel yang Jadi Tawanan Hamas
Hari ke-147 Perang, Abu Ubaidah Umumkan Tewasnya 7 Warga Israel yang Jadi Tawanan Hamas
Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza Temui Jalan Buntu, AS Sebut Bola Ada di Tangan Hamas
Abu Ubaidah Umumkan 7 Tawanan Hamas yang Tewas di Tangan Tentara Zionis Israel
Penjajah Israel 'Ogah-ogahan' Gencatan Senjata di Gaza, Ismail Haniyeh Sebut Hamas Siap Capai Kesepakatan