SENAYANPOST - Marwan Issa, salah satu petinggi Hamas dikabarkan syahid akibat serangan udara tentara penjajah Israel baru-baru ini.
Kabarnya, Marwan Issa syahid dalam serangan udara di Nuseirat, Gaza Tengah dan masih dikonfirmasi oleh militer penjajah Israel.
Serangan udara tersebut dieksekusi oleh militer penjajah Israel setelah mendapat laporan intelijen bahwa Marwan Issa berada di sana.
Di sisi lain, Hamas tidak segera menanggapi permintaan komentar atas laporan surat kabar Israel, Haaretz tersebut.
Issa berada di urutan teratas daftar orang yang paling dicari Israel, bersama dengan Mohammed Deif, kepala sayap militer Hamas, Brigade Al Qassam, dan pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, yang diyakini mendalangi operasi Badai Al Aqsa pada 7 Oktober di Israel selatan yang memicu perang Gaza.
Jika benar, kematiannya dapat mempersulit upaya untuk mengamankan gencatan senjata di Gaza dan kesepakatan pembebasan sandera dalam negosiasi yang telah terhenti.
Sebagai wakil kepala sayap militer Hamas, Marwan Issa telah lama menjadi sasaran yang sulit ditangkap oleh Israel, dan serangan udara Minggu pagi yang membuat IDF dan Hamas menyelidiki nasibnya.
Dijuluki 'Manusia Bayangan' karena kemampuannya untuk menghindari radar Israel, warga Gaza berusia 59 tahun ini telah memainkan peran penting dalam serangkaian serangan teror yang panjang, mulai dari Intifada Pertama hingga Operasi Badai Al Aqsa baru-baru ini.
Karena sifat perannya sebagai wakil kepala Brigade Al Qassam, yang menjadikannya orang kedua setelah pemimpin sayap militer Muhammad Deif, Issa pada dasarnya adalah kepala staf Hamas menurut mantan kepala Intelijen Militer, Amos Yadlin.
Baca Juga: Abu Ubaidah Umumkan 7 Tawanan Hamas yang Tewas di Tangan Tentara Zionis Israel
Issa adalah penghubung antara sayap militer dan sayap politik Hamas kata Yadlin.
"Dia terlibat pada 7 Oktober, dia adalah salah satu dari lima orang yang mengetahui sebelumnya (tentang setiap aspek dari 7 Oktober), jika bukan yang paling penting di antara mereka," kata Amos Yadlin pada 11 Maret 2024, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.
Pada bulan Maret 2023, Issa menyampaikan pidato yang menyerukan warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur untuk memimpin konfrontasi melawan pendudukan Israel.
Artikel Terkait
Makin Genting, Abu Ubaidah Ungkap Kondisi Warga Israel yang Jadi Tawanan Hamas
Hari ke-147 Perang, Abu Ubaidah Umumkan Tewasnya 7 Warga Israel yang Jadi Tawanan Hamas
Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza Temui Jalan Buntu, AS Sebut Bola Ada di Tangan Hamas
Abu Ubaidah Umumkan 7 Tawanan Hamas yang Tewas di Tangan Tentara Zionis Israel
Penjajah Israel 'Ogah-ogahan' Gencatan Senjata di Gaza, Ismail Haniyeh Sebut Hamas Siap Capai Kesepakatan