SENAYANPOST - Tengah berlangsung negosiasi gencatan senjata di Gaza antara Hamas yang mewakili Palestina dengan pihak penjajah Israel di Kairo, Mesir.
Gencatan senjata yang diharapkan terjadi sebelum Ramadan kini kembali menemui jalan buntu di mana masing-masing pihak, penjajah Israel dan Hamas bersikeras dengan permintaannya masing-masing.
Amerika Serikat (AS) yang terlibat dalam negosiasi gencatan senjata itu mengatakan bahwa kini tanggung jawab ada di tangan Hamas.
Pihak AS menekankan adanya kesepakatan terkait warga Israel yang menjadi sandera Hamas, sebaliknya Hamas meminta gencatan senjata permanen sebelum berbicara soal sandera.
Israel dan Hamas saling menyalahkan atas tidak adanya kesepakatan setelah empat hari perundingan yang dimediasi oleh Qatar dan Mesir mengenai gencatan senjata selama 40 hari di tengah kekhawatiran kekerasan dapat meningkat selama bulan puasa.
Sumber-sumber keamanan Mesir mengatakan perundingan, yang berlangsung tanpa delegasi Israel di Kairo, akan dilanjutkan pada hari Minggu, perkiraan awal Ramadan.
Para pejabat senior pemerintahan AS mengatakan bahwa Hamas bertanggung jawab untuk menyelesaikan kesepakatan penyanderaan dan menghubungkan penundaan tersebut dengan apa yang mereka sebut sebagai Hamas yang sejauh ini tidak setuju untuk melepaskan sandera yang sakit dan lanjut usia.
Seorang pejabat Hamas mengatakan kepada Reuters bahwa Amerika Serikat bermitra dengan Israel dan komentar seperti itu menyesatkan.
Hamas bersikeras bahwa perjanjian gencatan senjata mencakup proses untuk mengakhiri perang sama sekali.
Hamas mengatakan sebelumnya dalam sebuah pernyataan bahwa delegasi tersebut meninggalkan Kairo untuk berbicara dengan para pemimpin gerakan tersebut.
Baca Juga: Kelompok Perlawanan Palestina Sebut Penjajah Israel Tak Serius soal Gencatan Senjata di Gaza
"Dengan negosiasi dan upaya yang terus dilakukan untuk menghentikan agresi, memulangkan para pengungsi dan membawa bantuan kepada rakyat kami," kata perwakilan Hamas pada 7 Maret 2024, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan kepada Reuters bahwa Israel telah menggagalkan upaya untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Artikel Terkait
PM Israel Benjamin Netanyahu Tolak Usulan Gencatan Senjata, Bakal Terus Bombardir Gaza Sampai Hamas Kalah
Pertama Kalinya, AS Usulkan Rencana Gencatan Senjata Sementara di Gaza
Jelang Ramadhan, Joe Biden Setuju Israel Gencatan Senjata di Gaza
Kelompok Perlawanan Palestina Sebut Penjajah Israel Tak Serius soal Gencatan Senjata di Gaza
Sikap Bersama Australia dan ASEAN Terkait Konflik di Gaza, Desak Gencatan Senjata antara Penjajah Israel dan Pejuang Palestina