Hamas Kecam Keras Invasi Darat Penjajah Israel Renggut Lebih 100 Warga Palestina di Rafah

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 12 Februari 2024 | 16:11 WIB
Hamas kecam keras invasi darat Israel di Rafah hingga renggut lebih dari 100 nyawa warga Palestina, di antaranya wanita dan anak-anak. (Twitter.com/@UNRWA)
Hamas kecam keras invasi darat Israel di Rafah hingga renggut lebih dari 100 nyawa warga Palestina, di antaranya wanita dan anak-anak. (Twitter.com/@UNRWA)

SENAYANPOST - Hamas baru-baru ini merilis pernyataan mengecam keras invasi darat Israel di Rafah hingga lebih dari 100 warga Palestina syahid.

Sebelumnya, beberapa negara dan organisasi internasional mengecam Israel jika akan menyerang Rafah di mana sekitar 1,4 juta pengungsi Palestina berada di sana.

Menanggapi kejahatan genosida terus-menerus dari penjajah Israel, Hamas menyebut aksi brutal tersebut mirip dengan Nazi.

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen English, Hamas meminta pemerintah AS dan Presiden Biden secara pribadi bertanggung jawab penuh bersama dengan pemerintah pendudukan Israel atas invasi darat tersebut.

Pembantaian yang dilakukan oleh 'pemerintahan teroris Netanyahu dan tentaranya yang mirip Nazi' bertentangan dengan langkah-langkah mendesak yang diserukan oleh Mahkamah Internasional (ICJ).

Baca Juga: Gadis Kecil dan Dua Kru Bulan Sabit Palestina Ditemukan Syahid Setelah 12 Hari Hilang Kontak

Termasuk menghentikan semua kegiatan yang mengarah pada genosida, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan resminya.

Mereka juga menganggap serangan terhadap Rafah sebagai peningkatan yang disengaja dalam perang genosida, yang memperluas cakupan pembantaian terhadap rakyat Palestina.

Di tempat lain, Hamas meminta Liga Negara-negara Arab, Organisasi Kerjasama Islam, dan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan segera dan serius untuk menghentikan agresi Zionis.

Sebelumnya, koresponden Al Mayadeen melaporkan pada hari Senin bahwa pasukan pendudukan Israel melakukan pembantaian besar-besaran di Rafah pagi ini, dengan sebagian besar korbannya adalah anak-anak dan perempuan.

Baca Juga: Hari ke-127 Perang, Jihad Islam Palestina Sebut PM Israel Benjamin Netanyahu Hanya Punya Dua Pilihan

Koresponden kami mengatakan bahwa pesawat tempur pendudukan Israel melancarkan lebih dari 50 serangan udara di Rafah, dan mencatat bahwa pasukan pendudukan menggunakan rudal pembakar yang dilarang secara internasional dalam serangan udaranya.

Menurut Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), pesawat tempur Israel melakukan serangkaian serangan udara besar-besaran di berbagai wilayah selatan Gaza, dengan fokus di pusat Rafah.

PRCS menekankan bahwa serangan udara Israel menargetkan rumah-rumah penduduk, memperingatkan bahwa apa yang terjadi menandakan sebuah bencana besar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Mayadeen English

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X