SENAYANPOST - Gadis kecil Hind Rajab bersama dengan lima anggota keluarga lainnya ditemukan syahid di kawasan Tal Al Hawa, barat daya Kota Gaza belum lama ini.
Sebelumnya, Hind Rajab meminta evakuasi kepada Bulan Sabit Palestina karena dikepung oleh tank penjajah Israel, di mana rekaman percakapannya sempat viral di media sosial.
Saat itu, Bulan Sabit Palestina menurunkan Yusuf Zeino dan Ahmed Al Madhoun yang setelah 12 hari hilang kontak ditemukan syahid bersama ambulan yang dikendarai, beberapa meter di mana lokasi Hind Rajab berada.
"Ambulans Bulan Sabit Merah Palestina ditemukan mengebom daerah Tal al-Hawa di Kota Gaza, mengakibatkan terbunuhnya Yusuf Zeino dan Ahmed Al-Madhoun, yang hilang sejak misi penyelamatan anak Hind Rajab 12 hari lalu," bunyi pernyataan Bulan Sabit Merah Palestina pada 10 Februari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Instagram @palestineredcrescent.
Menurut keterangan Bulan Sabit Merah Palestina, penjajah Israel sengaja menargetkan ambulans yang akan mengevakuasi Hind Rajab.
"Pendudukan sengaja menargetkan ambulans setibanya di lokasi kejadian, di mana ambulans tersebut ditemukan hanya beberapa meter dari kendaraan berisi anak Hind yang terperangkap," lanjutnya.
Bulan Sabit Merah Palestina juga menyatakan sudah ada koordinasi sebelumnya untuk menyelamatkan gadis kecil yang terperangkap tersebut.
"Meskipun sudah ada koordinasi sebelumnya agar ambulans bisa mencapai lokasi untuk menyelamatkan anak tersebut, Hind, pihak penjajah sengaja menyasar kru ambulans Bulan Sabit Merah Palestina," tutupnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, insiden yang menargetkan Hind dan anggota keluarganya mengguncang dunia, karena permohonan untuk menemukannya tidak berhenti setelah 12 hari kehilangan kontak dengannya bersama dengan dua paramedis Bulan Sabit Merah Palestina (RRT) Yusuf Zeino dan Ahmed Al Madhoun, yang pergi menjalankan misi untuk menyelamatkannya.
Bulan Sabit Merah Palestina sebelumnya telah merilis rekaman audio dari saudara perempuan Hind, Layan, yang dengan putus asa meminta bantuan di tengah suara tembakan yang terus-menerus.
"Paman, mereka menembaki kami, tank ada di sebelah kami, kami di dalam mobil, dan ada tank di sebelah kita," kata Layan.
Layan mulai berteriak, dan panggilan itu tiba-tiba terputus.
Artikel Terkait
Menlu AS Antony Blinken Kembali ke Timur Tengah, Warga Palestina Minta Gencatan Senjata Sebelum Israel Gempur Rafah
125 Hari Perang, PM Palestina Mohammad Shtayyeh: Kami Ingin Penarikan Penuh Tentara Israel dari Gaza
Contoh Pidato Isra Miraj: Turunnya Perintah Salat Lima Waktu dan Keutamaan Masjid Al Aqsa Palestina
Kisah Jurnalis Palestina Kanada Mansour Shouman yang Lolos dari Drone dan Penembak Jitu Israel, Sempat Hilang Kontak 15 Hari
Menlu Iran Temui Petinggi Perlawanan Palestina di Lebanon, Puji Ketangguhan para Pejuang di Gaza dan Tepi Barat