Indonesia Membangun Perdamaian untuk Solusi Isu Palestina

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Selasa, 6 Februari 2024 | 12:59 WIB
BANTUAN KEMANUSIAN - Prosesi pelepasan Kapal rumah sakit TNI KRI dr. Radjiman Wedyoningrat-992 yang mengirim bantuan kemanusiaan untuk Palestina di Dermaga Markas Komando Lintas Laut Militer, Jakarta, Kamis (18/1/2024).  (HO/KLIKTIMES.COM/KEMNHAN)
BANTUAN KEMANUSIAN - Prosesi pelepasan Kapal rumah sakit TNI KRI dr. Radjiman Wedyoningrat-992 yang mengirim bantuan kemanusiaan untuk Palestina di Dermaga Markas Komando Lintas Laut Militer, Jakarta, Kamis (18/1/2024). (HO/KLIKTIMES.COM/KEMNHAN)

Segala upaya dalam melanjutkan perlawanan dan perjuangan dalam isolasi dari mengekspor slogan-slogan provokatif dari kelompok-kelompok islamis terkait penghapusan pemeluk agama lain dan menghapus eksistensi mereka, serta mengembalikan Fatah pada kepemimpinan dengan dukungan kuat dari negara-negara Arab dan negara-negara Islam adalah satu-satunya penjamin untuk memperbaiki distorsi ketidakseimbangan tersebut, dan menempatkan bangsa Palestina kembali pada peta jalan kemerdekaan untuk memulihkan hak-hak mereka dan menjaga martabat mereka.

Jalur ini menjamin dukungan komunitas internasional dan mendatangkan simpati dunia terhadap perjuangan Palestina. Serta dapat menghilangkan pengaruh-pengaruh propaganda Israel di seluruh dunia mengenai tuduhan bahwa mereka memerangi organisasi teroris seperti Al-Qaeda dan ISIS, bukan gerakan perlawanan nasionalis.

Dengan meminggirkan peran kelompok-kelompok ekstremis, dapat memungkinkan Negara Arab dan Negara Islam memiliki alat untuk membantah narasi para pemimpin Israel yang dengan kuat mempromosikan propaganda kepada publik dunia internasilnal bahwa, para pemimpin Palestina berupaya untuk melenyapkan Bangsa Yahudi, yang digambarkan serupa dengan kekejaman para pemimpin Nazi Jerman pada antara tahun 1941-1945.

Menurut pandangan Prof Dr Abdullah Mahmud Hendropriyono, Negara Arab dan Negara Islam memiliki simpul-simpul kekuatan non-militer, di antaranya adalah 4 juta Umat Islam di Inggris dan Wales, termasuk politisi, dan sekitar 15.000 orang di kalangan elit intelektual berpengaruh, termasuk 5 juta warga keturunan Arab yang berpengaruh di sektor keuangan dan ekonomi di Perancis, serta banyak tokoh masyarakat terkemuka dan sekitar 10 persen Muslim Sunni di Eropa.

Tokoh-tokoh berpengaruh ini dapat dimobilisasi dan dimotivasi untuk memperluas perjuangan politik kerakyatan sejalan dengan doktrin perjuangan Rakyat Indonesia, yaitu Perjuangan Rakyat Semesta melalui Dunia Maya termasuk memanfaatkan Artificial Intelligent (AI), dengan tujuan untuk mendorong Dunia Internasional untuk bekerja sama dalam mencapai penyelesaian damai, berdasarkan Solusi Dua Negara, yang merupakan langkah paling cerdas sebagai kontra-propaganda Israel, dan paling realistis untuk diterapkan.

Sementara itu, Dr KH Asa’d Said Ali, Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara, menggagas langkah bersama Indonesia dan Mesir untuk membuat peta jalan untuk menyelesaikan isu-isu Palestina berdasarkan pengaruh keduanya di forum-forum regional dan internasional, termasuk pengaruh pengaruh keduanya di Negara Arab dan Negara Islam. Indonesia dan Mesir perlunya berusaha mewujudkan harapan Palestina sebagai negara merdeka, dibarengi dengan memberikan jaminan keamanan kepada Israel.

Meski tidak ada hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel berdasarkan konstitusi yang melarang keras penjajahan, namun kalimat ‘dilarang mengunjungi Israel’ yang tertulis di Paspor Indonesia telah dihapus sejak era pemerintahan Presiden Muhammad Suharto yang dimulai pada dekade tujuh puluhan abad lalu.

Sejak kunjungan tidak resmi yang dilakukan oleh Mantan Perdana Menteri Israel Shimon Peres ke Jakarta atas undangan Mantan Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid pada pertengahan dekade sembilan puluhan, kunjungan warga negara Indonesia ke Israel mulai meningkat, dan pembicaraan di tingkat pemerintahan dimulai tentang memperbaiki hubungan sosial dan ekonomi dengan Israel dan Palestina.

Dr. KH As’ad Said Ali yang saat ini menjabat sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia berpendapat bahwa kunjungan sosial, ekonomi, dan bisnis antara Negara Arab dan Negara Islam dapat mempercepat saling pengertian, sehingga menjadi jembatan menuju perdamaian dan terbukanya jalur hubungan diplomatik  yang mengarah pada meyakinkan Israel akan jaminan keamanan.

Para pakar dan banyak tokoh berpengaruh di kalangan pengambil kebijakan di Indonesia, percaya bahwa mendorong kerja sama perdagangan dan pariwisata antara Israel dan Indonesia, bahkan tanpa perlu menjalin hubungan diplomatik, akan menguntungkan Palestina dan Komunitas Yahudi secara ekonomi.

Persepsi ini mempertimbangkan perlunya mengambil manfaat dari upaya Komunitas Yahudi di berbagai negara dunia yang menolak membiayai perang Israel atas Gaza, serta mencari peluang di era globalisasi untuk melancarkan perdagangan global yang mendekatkan budaya dan peradaban serta meningkatkan perdamaian dan interaksi antar bangsa di dunia.

Tekanan dari Komunitas Yahudi di seluruh dunia sebelumnya pernah turut andil dalam memaksa Tentara Israel menarik diri dari Lebanon selatan pada tahun 1982.

Dr As’ad Said Ali mengusulkan sebuah proyek paket umrah, yang mencakup kunjungan ke Al Quds Palestina bagi Umat Islam Indonesia setelah menunaikan umrah ke Mekah dan Madinah setiap tahun. Termasuk juga paket Holy Tour bagi Umat Kristiani Indonesia untuk mengunjungi Betlehem.

Kegiatan keagamaan dan pariwisata ini secara bertahap meningkatkan kesadaran masyarakat Palestina dan Yahudi akan manfaat sosial dan ekonomi yang dihasilkan dari interaksi dengan rakyat Negara Arab dan rakyat Negara Islam dari seluruh dunia, khususnya dari Indonesia, yaitu Negara Islam terbesar dalam hal jumlah penduduknya.

Jika dilaksanakan, proyek ini dapat memperkuat eksistensi Masjid Al Aqsha, Al Quds dan Palestina secara politik dan keagamaan. Masjid Al Aqsa (di Al Quds Timur) menjadi tempat bersama bagi seluruh umat agama samawi (Islam, Yahudi, dan Kristen), sebagai landasan untuk membentuk kesadaran akan pentingnya Masjid Al Aqsa (Yerusalem Timur) bagi dunia internasional dalam mencapai perdamaian dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X