Koalisi Kabinet Retak, PM Israel Benjamin Netanyahu Belum Siap Tukar Tawanan dengan Hamas

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 5 Februari 2024 | 13:51 WIB
Di tengah keretakan koalisi kabinetnya, PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan belum siap tukar tawanan dengan Hamas. (Twitter.com/@KnessetENG)
Di tengah keretakan koalisi kabinetnya, PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan belum siap tukar tawanan dengan Hamas. (Twitter.com/@KnessetENG)

"Saya tidak memerlukan bantuan apa pun dalam mengarahkan hubungan kami dengan AS dan komunitas internasional, sambil tetap menjunjung tinggi kepentingan nasional kami," lanjutnya.

Menanggapi wawancara Ben-Gvir, mantan politisi oposisi Benny Gantz, yang bergabung dengan pemerintahan darurat persatuan tahun lalu, mencuit pesan terima kasih kepada Biden.

"Rakyat Israel akan selamanya mengingat bagaimana Anda membela hak Israel. di salah satu saat tersulit kami," cuitnya.

Baca Juga: Empat Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina Kena Sanksi AS, Ini Tanggapan Netanyahu

Pertengkaran tersebut menyoroti iklim politik yang tegang di Israel empat bulan setelah serangan dahsyat oleh kelompok bersenjata Hamas pada bulan Oktober, yang menurut perhitungan Israel menewaskan sekitar 1.200 orang, dan sekitar 240 orang diseret ke Gaza sebagai sandera.

Sebagai tanggapan, Israel telah meratakan sebagian besar wilayah Gaza dalam kampanye tanpa henti yang telah menewaskan lebih dari 27.000 orang, menurut otoritas kesehatan Palestina, dan memaksa sebagian besar dari 2,3 juta penduduk meninggalkan rumah mereka.

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan Amerika Serikat akan terus berupaya untuk memberikan lebih banyak bantuan ke Gaza, yang sedang menghadapi krisis kemanusiaan yang parah.

"Dan itu berarti menekan Israel mengenai isu-isu yang berkaitan dengan bantuan kemanusiaan yang telah kami bantu sampaikan ke Jalur Gaza dan bantuan tersebut perlu diberikan lebih banyak lagi," kata Jack Sullivan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X