Kerangka kerja tersebut dilaporkan tidak mengatur gencatan senjata permanen.
Namun juga tidak mengesampingkan kemungkinan adanya gencatan senjata.
Baca Juga: Nyamar Jadi Nakes, Pasukan Khusus Israel Geruduk RS Ibnu Sina Jenin, Tiga Orang Dinyatakan Syahid
Kantor Perdana Menteri pada hari Senin mengeluarkan pernyataan yang tidak menyangkal bahwa Israel telah menyetujui kerangka kerja untuk pembebasan tawanan.
Namun mengatakan bahwa laporan mengenai kesepakatan tersebut tidak benar dan mencakup kondisi (yang terlihat) tidak dapat diterima oleh Israel.
Menurut berita Channel 12, tawaran tersebut berkisar pada jeda 45 hari dalam pertempuran dengan imbalan 35-40 sandera pada tahap pertama. Sekitar 100-250 tahanan Palestina akan dibebaskan untuk setiap sandera.
Menanggapi laporan tersebut pada hari Selasa, Netanyahu berjanji kepada para mahasiswa bahwa Israel tidak akan mengakhiri perang sebelum tujuannya tercapai.
"Tidak akan mengakhiri perang ini jika semua tujuannya kurang tercapai. Ini berarti pemusnahan Hamas, kembalinya semua sandera kami, dan janji bahwa Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel," kata Netanyahu.***
Artikel Terkait
Negara Barat Ramai-ramai Tangguhkan Pendanaan UNRWA ke Palestina, Hamas: Mereka Terlibat dalam Perang
AS dan Prancis Kecam Keras Rencana Israel Gusur Warga Palestina di Gaza: Retorika Ini Menghasut
Tentara Zionis Israel Terus Bombardir Palestina di Gaza, Hamas Kirim Rentetan Roket ke Tel Aviv
Hamas dan Jihad Islam Palestina soal Gencatan Senjata: Kami Ingin Jaminan Arab dan Dunia Internasional
117 Hari Perang di Gaza, AS Pertimbangkan Pengakuan Negara Palestina