Laporan tersebut selanjutnya mencantumkan tindakan terbaru Israel terhadap warga Palestina sebelum tanggal 7 Oktober, termasuk lima perang melawan Gaza sejak pergantian abad dan Intifada Kedua yang dikatakan telah menewaskan lebih dari 11.000 warga Palestina.
Hamas juga menyatakan bahwa Israel membatalkan Perjanjian Oslo dan kemungkinan mendirikan negara Palestina 'melalui kampanye luas pembangunan permukiman dan Yudaisasi atas tanah Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem yang diduduki'.
"Hanya satu bulan sebelum Operasi Badai Al Aqsa, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyajikan peta yang disebut 'Timur Tengah Baru', yang menggambarkan ‘Israel’ yang membentang dari Sungai Yordan hingga Laut Mediterania termasuk Tepi Barat dan Gaza," kata dokumen itu.
Baca Juga: Bukan 75 Tahun, Hamas Ungkap Perjuangan Panjang Rakyat Palestina Lawan Penjajahan
Dokumen tersebut juga menyebutkan serangan Israel ke Masjid Al Aqsa di Yerusalem, penyerangan dan penghinaan terhadap warga Palestina yang ditahan di penjara Israel, serta blokade Jalur Gaza selama 17 tahun.
"Apa yang diharapkan dari rakyat Palestina setelah semua itu? Untuk terus menunggu dan terus mengandalkan PBB yang tidak berdaya!" laporan itu berkata.
"Atau mengambil inisiatif dalam membela rakyat, tanah, hak dan kesucian Palestina; mengetahui bahwa tindakan pembelaan adalah hak yang tercantum dalam hukum, norma dan konvensi internasional," tandasnya.***
Artikel Terkait
Hamas Serukan Pasukan Keamanan Otoritas Palestina Angkat Senjata ke IDF
Sayap Militer Hamas Sergap 30 Tentara IDF, Kemungkinan Besar Tewas dan Luka-luka!
Bukan 75 Tahun, Hamas Ungkap Perjuangan Panjang Rakyat Palestina Lawan Penjajahan
Intelijen AS Ungkap Perkiraan Jumlah Korban di Pihak Hamas Selama Perang dengan Israel
Benjamin Netanyahu Tolak Mentah-mentah Gencatan Senjata dengan Hamas dan Bebaskan Tawanan, Ini Alasannya