SENAYANPOST - Hamas telah merilis laporan sebanyak 18 halaman yang mengungkap alasan di balik operasi Badai Al Aqsa yang berawal pada 7 Oktober 2023.
Dalam dokumen tersebut, ada beberapa alasan mengapa Hamas dan kelompok pejuang Palestina lainnya melancarkan serangan militer ke wilayah Israel.
Salah satunya karena penjajahan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina yang berlangsung selama 75 tahun.
Tidak hanya itu, Hamas juga menambahkan bahwa perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka jauh sebelum kedatangan negara Zionis.
Tepatnya, saat Palestina berada di bawah kolonialisme Inggris selama 30 tahun.
Operasi Badai Al Aqsa merupakan serangan kejutan kelompok pejuang Palestina terhadap penjajah Israel.
Serangan mendadak tersebut menewaskan 1.140 orang, hampir 700 di antaranya adalah warga sipil, dan menyebabkan sekitar 240 orang ditawan ke Gaza, sekitar setengah dari mereka telah dibebaskan melalui perjanjian pertukaran tahanan.
Sejak itu, pemboman Israel yang tiada henti di Jalur Gaza yang terkepung telah menewaskan lebih dari 25.000 warga Palestina, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Setidaknya 25 sandera telah terbunuh selama serangan Israel, menurut laporan tersebut.
"Kami ingin mengklarifikasi… realitas yang terjadi pada tanggal 7 Oktober, motif di balik kejadian tersebut, konteks umum yang berkaitan dengan perjuangan Palestina, serta sanggahan terhadap tuduhan Israel dan menempatkan fakta dalam perspektif yang benar," bunyi laporan tersebut pada 21 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari akun Telegram resmi sayap militer Hamas, Brigade Al Qassam.
Bagian pembukaan menguraikan konteks historis dan terkini dari situasi di Palestina, dan menjelaskan mengapa kelompok tersebut percaya bahwa serangan itu perlu terjadi.
Baca Juga: Intelijen AS Ungkap Perkiraan Jumlah Korban di Pihak Hamas Selama Perang dengan Israel
Laporan tersebut menyoroti perampasan tanah dan pengungsian massal warga Palestina selama Nakba tahun 1948, atau 'bencana', dan perang Timur Tengah tahun 1967 yang mengakibatkan Israel menduduki Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Gaza, serta Dataran Tinggi Golan di Suriah dan Dataran Tinggi Mesir.
Artikel Terkait
Hamas Serukan Pasukan Keamanan Otoritas Palestina Angkat Senjata ke IDF
Sayap Militer Hamas Sergap 30 Tentara IDF, Kemungkinan Besar Tewas dan Luka-luka!
Bukan 75 Tahun, Hamas Ungkap Perjuangan Panjang Rakyat Palestina Lawan Penjajahan
Intelijen AS Ungkap Perkiraan Jumlah Korban di Pihak Hamas Selama Perang dengan Israel
Benjamin Netanyahu Tolak Mentah-mentah Gencatan Senjata dengan Hamas dan Bebaskan Tawanan, Ini Alasannya