Usai Dibombardir AS dan Inggris, Militer Yaman Bakal Targetkan Sumber Ancaman Darat dan Laut

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 12 Januari 2024 | 17:59 WIB
Juru bicara militer Yaman, Brigjen Yahya Saree merespon serangan AS dan Inggris di Sanaa baru-baru ini. (t.me/army21ye)
Juru bicara militer Yaman, Brigjen Yahya Saree merespon serangan AS dan Inggris di Sanaa baru-baru ini. (t.me/army21ye)

Baca Juga: إندونيسيا للإندونيسيين

"Rishi Sunak harus mengumumkan pemungutan suara retrospektif di House of Commons mengenai pemogokan ini dan memanggil kembali parlemen akhir pekan ini," tambahnya.

"Kami tetap sangat prihatin dengan serangan Yaman. Namun hal ini menjadikan hal ini menjadi lebih penting untuk memastikan bahwa anggota parlemen tidak berdiam diri dalam isu penting mengenai aksi militer," jelasnya.

Serangan pada Kamis malam adalah yang pertama dilancarkan terhadap pasukan Yaman sejak mereka mulai menargetkan pelayaran internasional di Laut Merah, jalur perdagangan internasional utama.

Kementerian Pertahanan mengatakan empat jet Angkatan Udara Kerajaan menyerang dua fasilitas Yaman yang terlibat dalam penargetan kapal HMS Diamond dan kapal angkatan laut AS pada hari Selasa.

Baca Juga: Arab Saudi dan Iran Kompak Desak Israel Hentikan Perang di Gaza

Salah satunya adalah sebuah lokasi di Bani, di barat laut negara itu, dan yang lainnya adalah lapangan terbang Abbs, dekat pantai barat. Angkatan udara AS mengatakan pihaknya menyerang lebih dari 60 sasaran di 16 lokasi di Yaman.

Inggris dan Amerika mendapat dukungan non-operasional dari Australia, Bahrain, Kanada dan Belanda.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: The Guardian, Al Mayadeen English

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X