Menlu AS Antony Blinken Sentil Netanyahu Usai 23 Ribu Lebih Warga Sipil Gaza Tewas

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 10 Januari 2024 | 17:13 WIB
Menlu AS Antony Blinken mengingatkan PM Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak serang warga sipil Gaza. (Twitter.com/@SecBlinken)
Menlu AS Antony Blinken mengingatkan PM Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak serang warga sipil Gaza. (Twitter.com/@SecBlinken)

Baca Juga: Jelang Sidang ICJ, Ini Peluang Afrika Selatan Menangkan Gugatan Kejahatan Genosida Israel di Gaza

"Krisis ini sudah jelas. Anda tidak dapat memiliki yang satu tanpa yang lain," kata Miller.

Mendukung pembicaraan pemerintahan Biden tentang negara Palestina, menurut laporan Channel 12 yang tidak bersumber dari sumber, Washington meluncurkan Inisiatif Perdamaian Arab yang disponsori Arab Saudi lebih dari 20 tahun yang lalu sebagai kerangka kerja yang memungkinkan untuk mengakhiri perang melawan Hamas di Gaza.

Inisiatif tahun 2002 menawarkan normalisasi hubungan Israel dengan seluruh dunia Arab setelah mencapai solusi dua negara dalam konfliknya dengan Palestina.

Riyadh telah mengesampingkan perjanjian itu karena melakukan pembicaraan normalisasi terpisah dengan Israel, yang ditengahi oleh AS, sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober.

Baca Juga: Ramai Ujaran Kebencian Pengungsi Rohingya, Ulama Aceh: Tidak Terdidik Rasa Kemanusiaannya

Saudi secara luas dianggap siap menghadapi kemungkinan normalisasi hubungan dengan Israel tanpa terlebih dahulu mengamankan pendirian negara Palestina.

Laporan tersebut mengatakan pemerintahan Biden berpendapat bahwa perjanjian semacam itu akan menjadi kepentingan AS, Israel, dan negara-negara kawasan.

Dikatakan bahwa Blinken telah menyampaikan kepada Israel bahwa gambar dan rekaman perang di Gaza mengarah pada 'radikalisasi' di negara-negara Timur Tengah.

Kemudian mendorong Israel untuk melakukan pembicaraan mengenai perjanjian diplomatik di utara, untuk mendapatkan lebih banyak bantuan kemanusiaan ke Gaza dan untuk 'cakrawala diplomatik' bagi Otoritas Palestina.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Times of Israel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X