SENAYANPOST - Mesir akhirnya buka suara terkait banyaknya bantuan kemanusiaan dari berbagai negara termasuk Indonesia untuk Gaza yang tertahan di perbatasan.
Lebih lanjut, pihak Mesir mengatakan bahwa Israel 'menghambat' proses penyaluran bantuan kemanusiaan karena curiga akan digunakan oleh kelompok pejuang Hamas.
Di sisi lain, warga Gaza saat ini terancam kelaparan dan terbatasnya alat-alat medis atas serangan biadab Israel tiga bulan terakhir ini.
Berdasarkan kebijakan yang sudah ada sebelum serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober dan perang berikutnya di Gaza, Israel memeriksa truk-truk yang menuju wilayah kantong Palestina untuk menghentikan barang-barang apa pun yang dianggap memiliki potensi penggunaan ganda antara sipil atau militer.
Namun permasalahan barang mana yang lolos atau tidak menjadi lebih mendesak dan diperdebatkan seiring dengan pecahnya perang.
Konflik tersebut telah membuat sebagian besar penduduk Gaza mengungsi dan menyebabkan kekurangan makanan, air, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya.
Dokumen Bulan Sabit Merah Mesir, yang diterbitkan pada pertengahan Desember, mengatakan 1.200 alat pemurni air, 100 tabung oksigen, satu generator oksigen, 1.000 peralatan bertenaga surya, 24 generator listrik, dan 418 pasokan medis telah diblokir sejak perang dimulai.
COGAT, sebuah badan Kementerian Pertahanan Israel yang mengoordinasikan pengiriman bantuan dengan PBB dan kelompok kemanusiaan, mengatakan hal tersebut tidak benar.
Baca Juga: Nonton Welcome to Samdalri Episode 11 Sub Indo Tayang di Mana?
"Kami tidak menolak apa pun yang ada di bawah empat berita utama: makanan, air, pasokan medis, dan tempat berlindung. Semua itu masuk setiap hari," kata Kolonel Elad Goren dari COGAT pada 5 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
COGAT mengatakan 11.220 ton pasokan medis, termasuk mesin sinar-X, mesin CT dan generator oksigen untuk rumah sakit telah memasuki Gaza, serta filter untuk digunakan di pabrik desalinasi air dan filter desalinasi bergerak.
Terowongan
Namun dokter rumah sakit di Gaza mengatakan peralatan seperti tabung oksigen dan mesin x-ray tidak tersedia, meskipun sangat dibutuhkan.
Artikel Terkait
Pendukung Ganjar Pranowo di Luar Negeri Makin Luas, Diaspora Indonesia di Mesir Deklarasi Dukung Paslon Nomor 3
Full Berbahasa Arab, Ulama Al Azhar Mesir Gelar Pelatihan Fatwa
Mesir Ungkap Rencana Gencatan Senjata antara Israel dan Kelompok Pejuang Palestina
Indonesia dan Mesir; Dua Bandul Perdamaian Dunia
Benjamin Netanyahu Bersikeras Bakal Kuasai Perbatasan Gaza dan Mesir, Begini Kata Otoritas Palestina