Baca Juga: AS Klaim 20 Negara Ikut Operation Prosperity Guardian, Bakal Hadapi Houthi Yaman di Laut Merah
Kabar baiknya, sudah ada bantuan kemanusiaan dari Indonesia yang memasuki daerah Gaza.
"Bukankah aku sudah memberitahumu bahwa kami tidak puas untuk kamu tonton? Sebaliknya, ini adalah masalah yang kita sendiri coba untuk tidak hapus dari keberadaannya," tutupnya.
Terbaru, Motaz melaporkan keadaan pengungsi Al Burij. Tentara Israel terus-menerus mendorong warga Gaza ke daerah selatan.
"Dari kamp pengungsi Al-Burij. Pendudukan Israel memerintahkan orang-orang untuk mengevakuasi seluruh kamp dan pindah ke Dair Al-Balah," lanjutnya di cuitan yang berbeda.
Tidak hanya itu, tentara penjajah Israel juga menembakkan gas air mata kepada warga.
Sangat ironis warga Gaza harus angkat kaki dari kampung halamannya selama ini.
Sementara itu negara Zionis Israel terus mempropagandakan ini adalah 'Tanah yang Dijanjikan'.
"Ada beberapa penembakan artileri dan mereka melemparkan gas air mata. Mereka memerintahkan orang untuk pergi tetapi orang tidak punya tempat atau ruang untuk pergi," tutup Motaz Azaiza.***
Artikel Terkait
Curhat Jurnalis Palestina Motaz Azaiza di Gaza: Situasi Kami Lebih Mengerikan dari yang Anda Bayangkan
76 Hari Genosida Israel ke Gaza, Juru Bicara Abu Ubaidah dari Brigade Al Qassam: Musuh Masih Lakukan Kejahatan Perang
Babak Belur di Shujaiya, Batalion Golani Mundur dari Gaza
RS Indonesia di Gaza Jadi Markas Tentara Israel, Komandan Julid Fi Sabilillah Minta Jokowi Lakukan Ini
Dewan Keamanan PBB Setujui Peningkatan Bantuan Kemanusiaan ke Gaza, Dua Negara Ini Pilih Abstain