Baca Juga: Hizbullah Kirim Rentetan Roket ke Israel, Tewaskan Satu Tentara IDF
Lebih dari selusin perusahaan pelayaran, termasuk perusahaan pelayaran Mediterania raksasa Italia-Swiss, CMA CGM Perancis dan AP Moller-Maersk dari Denmark, telah menangguhkan transit melalui Laut Merah karena serangan tersebut.
Washington awal pekan ini mengumumkan peluncuran pasukan multinasional, yang melibatkan lebih dari 20 negara, untuk melindungi kapal-kapal yang transit di Laut Merah.
Pekan lalu, sebuah kapal perusak berpeluru kendali AS menembak jatuh 14 drone penyerang yang diyakini ditembakkan dari wilayah Yaman yang dikuasai Houthi.
Pemimpin Houthi telah memperingatkan bahwa mereka akan menyerang balik 'kapal perang Amerika' dan 'kepentingan Amerika' jika mereka diserang.
Baca Juga: Apa Itu SGIE? Ternyata Ini Maksud Pertanyaan Gibran ke Cak Imin
Teheran mengatakan pihaknya mendukung Houthi secara politik tetapi membantah mengirimkan senjata kepada kelompok tersebut.
Kementerian Luar Negeri Iran bulan lalu menolak tuduhan Israel bahwa Houthi bertindak berdasarkan panduannya ketika mereka menyita sebuah kapal milik Israel dan menolak bertanggung jawab atas sebuah pesawat tak berawak yang ditembak jatuh oleh kapal perusak berpeluru kendali AS.
Kelompok Houthi, yang secara efektif mempertahankan gencatan senjata yang ditengahi PBB dengan pemerintah yang didukung Saudi sejak tahun lalu, bangkit melawan pemerintah Yaman pada tahun 2014, yang memicu perang saudara yang menghancurkan.***
Artikel Terkait
Lagi, Kapal Kontainer Asing Diserang Proyektil Houthi Yaman di Laut Merah
Buntut Serangan Houthi Yaman, Perusahaan Kapal Kontainer Ini Tunda Pelayaran Lewat Laut Merah
Houthi Yaman Kembali Serang Dua Kapal Kontainer di Laut Merah
AS Pimpin 10 Negara Amankan Laut Merah Buntut Serangan Houthi Yaman
Houthi Yaman Ajukan Syarat Pembebasan Kapal Kontainer di Laut Merah Usai AS Bentuk Operasi Militer