Rusia Tanggapi Hasil KTT NATO di Lituania, Sebut Barat Kembali ke 'Skema' Perang Dingin

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Kamis, 13 Juli 2023 | 19:24 WIB
Rusia menanggapi hasil KTT NATO yang berlangsung di Lituania dan menyebut negara Barat kembali ke 'skema' Perang Dingin. (Twitter.com/@mfa_russia)
Rusia menanggapi hasil KTT NATO yang berlangsung di Lituania dan menyebut negara Barat kembali ke 'skema' Perang Dingin. (Twitter.com/@mfa_russia)

SENAYAN POST - Rusia menanggapi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang belum lama ini berlangsung di Lithuania.

Menurut Rusia, KTT NATO baru-baru ini menunjukkan bahwa aliansi militer Barat yang mengarah ke 'skema Perang Dingin'.

Dalam hal itu, Rusia siap untuk menanggapi segala ancaman 'dengan segala upaya' yang diperlukan setelah KTT NATO itu juga membahas soal Ukraina.

Baca Juga: Tim Produksi King the Land Rilis Permintaan Maaf Usai Adegan Kontroversial Episode 7 dan 8

Komentar Rusia itu datang setelah Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan di akhir KTT itu bahwa Presiden Vladimir Putin memiliki 'ambisi untuk tanah dan kekuasaan' dan sayangnya memberikan penilaian yang salah dengan mendukung Ukraina.

"Ketika Putin, dan hasratnya yang mendambakan tanah dan kekuasaan, melepaskan perang brutalnya di Ukraina, dia bertaruh NATO akan pecah … Tapi dia salah berpikir," kata Joe Biden pada 13 Juli 2023, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.

Joe Biden menegaskan bahwa NATO lebih kuat dan bersatu dari sebelumnya setelah pandemi Covid-19.

Baca Juga: Full Spoiler One Piece Chapter 1087: Lindungi Koby, Garp Alami Luka yang Lebih Serius dari Nakama Kira!

"NATO lebih kuat, lebih bersemangat, dan ya, lebih bersatu dari sebelumnya dalam sejarahnya. Memang, lebih vital untuk masa depan kita bersama," lanjutnya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu malam bahwa hasil pertemuan NATO akan 'dianalisis dengan hati-hati' untuk ancaman yang ditimbulkan terhadap keamanan Rusia.

"Dengan mempertimbangkan tantangan dan ancaman terhadap keamanan dan kepentingan Rusia yang telah teridentifikasi, kami akan menanggapi secara tepat waktu dan tepat, dengan menggunakan segala cara dan metode yang kami miliki," kata Kemenlu Rusia dalam pernyataan resminya.

Baca Juga: Verrell Bramasta Jadi Bakal Caleg Milenial, Siap Majukan Jawa Barat?

Kekuatan Barat bertekad untuk membagi 'dunia menjadi demokrasi dan otokrasi', kata kementerian itu, menambahkan bahwa 'garis bidik dari kebijakan mencari musuh ini ditujukan ke Rusia'.

Kementerian tersebut juga mengatakan bahwa NATO terus menurunkan ambang batas penggunaan kekuatan sambil meningkatkan ketegangan politik dan militer dengan memasok Ukraina dengan persenjataan yang lebih kuat dan canggih.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X