Kenapa Hamas begitu? Karena Hamas adalah bagian dari ISIS. Hamas adalah Ikhwanul Muslimin. AKP kalau di Turki. Para pemimpin mereka adalah kaum munafik yang hidup dalam gelimang harta.
Baca Juga: Israel Protes Keras Arab Saudi Tunjuk Duta Besar untuk Palestina
Ismael Haniyeh tidak ada di Gaza. Dia di Doha, Qatar, hidup mewah. Jet pribadi sumbangan proxy Amerika.
Padahal, sekarang hampir seribu orang Gaza dibantai Israel, dan 1,500 teroris Hamas dibantai di Israel. Hampir 1,000 orang Israel tewas. Rumah sakit dibombardir. Lebih 300,000 orang kebingunan mencari tempat berteduh. Kamp pengungsi Shati di Gaza dihancurkan; 200 orang tewas. Israel memblokade total Gaza. Tidak ada pasokan listrik, air, gas, dan makanan. Tragedi kemanusiaan.
Ismail Haniyeh sedang menikmati kemenangan mampu melumpuhkan Iron Dome Israel, melakukan serangan terbesar sejak serangan Yom Kippur oleh Syria dan Mesir. Yom Kippur menewaskan 2,800 orang Israel dan menghancurkan 400 tank Israel.
Kini, Hamas memorakporandakan pertahanan Israel dan melumpuhkan Mossad. Padahal tiga hari sebelum serangan intelijen Mesir telah memperingatkan Israel bahkan akan ada serangan Hamas. Artinya, serangan Hamas diinginkan oleh Israel dan Barat.
Baca Juga: Israel Klaim Amankan Perbatasan Gaza, Ratusan Warga Jadi Tawanan Hamas
Bagi Netanyahu, warga Israel hanyalah deret angka. Tewas? Seperti tentara remaja 19 tahun Ravit Hana Assayag yang ditembak di mulutnya oleh Hamas. Disematkan gelar pahlawan bagi bangsa Israel. Kebesaran bangsa Israel.
Sama dengan Netanyahu. Bagi Haniyeh, kematian warga adalah deret ukur. Digambarkan sebagai Syahid. Syahid? Tidak. Sangit ya. Karena perang lawan Israel soal perebutan tanah. Bukan soal Islam lawan Yahudi.
Sejatinya, kematian sebuah jiwa, entah warga Israel maupun Gaza, adalah tragedi kemanusiaan yang luar biasa berat. Hilang dari muka Bumi.
Ngeri. Kisah tentara Perempuan Ravit Hana Assayag yang 72 jam sebelumnya pulang dari liburan di New York, posting dirinya di Times Square. Tewas ditembak Hamas dalam pertempuran.
Baca Juga: Jokowi Kecam Perang Israel dan Hamas di Gaza, Minta Kemlu Lakukan Evakuasi terhadap WNI
Lebih ngeri lagi korban 250 penikmat musik yang dibantai Hamas. Tak kalah mengerikan Israel melemparkan bom dan menewaskan 900 orang di Gaza dengan serangan udara.
Akibat perang ini. Israel akan menduduki seluruh Gaza, mengambil alih Gaza dan solusi dua negara Palestina dan Israel semakin kabur. Wilayah Palestina makin sempit. Hanya Tepi Barat.
Apa peran the big Five Perusahaan minyak? Konflik perang akan menghabiskan minyak. Karena mesin perang tidak menggunakan mobil listrik. Industri minyak dan senjata untung besar dengan adanya perang di Ukraina dan Timur Tengah.
Artikel Terkait
Jelang Indonesia vs Palestina di FIFA Match Day, Erick Thohir: Saatnya Raih Hasil Maksimal
Arab Saudi Tunjuk Duta Besar untuk Palestina
Israel Protes Keras Arab Saudi Tunjuk Duta Besar untuk Palestina
Hamas Ancam Lakukan Hal Ini Jika Israel Serang Warga Sipil Palestina di Gaza
Israel Klaim Amankan Perbatasan Gaza, Ratusan Warga Jadi Tawanan Hamas
Sempat Beda Pendapat, Perang Israel dan Hamas Bikin Hubungan Benjamin Netanyahu dan Joe Biden Membaik?
Jokowi Kecam Perang Israel dan Hamas di Gaza, Minta Kemlu Lakukan Evakuasi terhadap WNI