Dany menilai, jika dikelola dengan tepat, ia bisa menjadi fondasi lompatan industri nasional ke level yang lebih tinggi.
"Tantangannya bukan pada ketersediaan sumber daya. Tantangannya ada pada instrumen, kualitas tata kelola dan strategi pengelolaannya," terangnya.
Menurutnya, Hilirisasi adalah instrumen untuk mengubah keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif.
Baca Juga: Pertegas Tata Kelola, Danantara Pisahkan Bisnis Asuransi Umum dan Penjaminan Kredit BUMN
Ketika nilai tambah diciptakan di dalam negeri, yang tumbuh bukan hanya ekspor, tetapi lapangan kerja berkualitas, basis industri nasional, dan ekonomi daerah.
"Naik kelas bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi yang tinggi, melainkan tentang pertumbuhan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong kemajuan yang inklusif," ujarnya.
Ia mencontohkan pembangunan smelter oleh Grup MIND ID sebagai implementasi nyata hilirisasi yang memberikan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja serta menciptakan multiplier effect ekonomi di berbagai sektor.
"Satu smelter bisa melahirkan 10 sampai 12 industri hilir. Ekosistemnya harus dirancang sejak awal," ujarnya.
Melalui forum akademik terbuka ini, ITB menegaskan komitmennya sebagai ruang dialog strategis kebangsaan sekaligus mendorong sinergi lintas sektor untuk mewujudkan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif, berdaulat, dan berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Ekonom Peringatkan Rendahnya Free Float Saham Bikin IHSG Rentan Manipulasi Harga
Jamin Pasar Modal Tetap Normal, Pemerintah Tunjuk Pejabat Sementara Pimpin OJK dan Bursa Efek
Pertegas Tata Kelola, Danantara Pisahkan Bisnis Asuransi Umum dan Penjaminan Kredit BUMN
Wadirut MIND ID Pastikan Sudah Saatnya Indonesia Kejar Pertumbuhan Ekonomi hingga 8 Persen
AFTECH, Easycash, dan IARFC Luncurkan Modul MOJANG untuk Gen Z