polhukam

Temuan Uang Rp10 Juta dan 1.000 Rial Yaman usai Korlap Demo Buruh di Gedung DPR Diamankan, Diduga Uang untuk Gerakkan Massa

Minggu, 3 Mei 2026 | 22:05 WIB
Polisi ungkap temuan uang Rp10 juta dan 1.000 rial Yaman saat aksi demo buruh berlangsung di depan Gedung DPR RI. (Instagram.com/@divisihumaspolri)

SENAYANPOST - Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti aksi demo buruh di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 1 Mei 2026.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengamankan sedikitnya 101 orang yang diduga hendak menyusup ke dalam aksi buruh di kawasan Monas maupun di Gedung DPR RI saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti mulai dari botol kosong, bensin, kain untuk pemicu api untuk bom molotov, serta ketapel, dan gotri.

Terkini, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin mengungkapkan pihaknya menemukan barang bukti berupa uang senilai Rp10 juta dan 1.000 rial Yaman atau sekitar Rp72.612.

Baca Juga: Prabowo Bakal Resmikan Langsung Museum Marsinah di Nganjuk: Pahlawan Kaum Buruh

Iman menuturkan, uang tersebut disita dari salah seorang koordinator lapangan (korlap) demo buruh yang diduga akan digunakan untuk motif menggerakkan massa saat demo buruh di Gedung DPR RI itu berlangsung.

"Terdapat sejumlah uang yang berhasil kami amankan dari tangan salah satu koordinator di lapangan," kata Iman dalam keterangan resminya, pada Sabtu, 2 Mei 2026.

"Berdasarkan informasi dari yang bersangkutan kepada kami, uang tersebut akan digunakan atau diberikan kepada mereka yang ikut hadir bersama kelompoknya," tambahnya.

Dugaan Provokasi Lewat Medsos

Dalam kasus ini, polisi juga mengungkap adanya komunikasi yang mengarah pada rencana penyusupan dan provokasi saat digelarnya aksi buruh.

Baca Juga: 22 Tahun Diperjuangkan, Buruh Apresiasi UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Disahkan di Era Prabowo

Iman menyebut, di antaranya, mereka akan mengadu domba antar-elemen serikat buruh dengan cara menyusup ke dalam masing-masing barisan peserta aksi.

"Mereka juga akan menggunakan media sosial untuk melakukan upaya provokasi agar massa yang lebih beringas bisa bergabung atau memicu kemarahan massa lainnya," bebernya.

Sebut Alasan di Balik Pengamanan

Halaman:

Tags

Terkini