polhukam

TNI Jaga Gedung DPR/MPR, Mantan Kepala BAIS TNI Jelaskan DPR/MPR Bagian Simbol Kedaulatan NKRI

Kamis, 18 September 2025 | 12:30 WIB
Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) Laksda TNI (Purn) Soleman Ponto. (Istimewa/jangkauindonesia.com)

SENAYANPOST – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menemui awak media yang menanyakan urgensi TNI menjaga gedung DPR/MPR di Senayan, Jakarta Pusat.

Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan bahwa hal itu adalah upaya untuk menjaga keamanan.

Seperti yang diketahui hingga kini Gedung DPR/MPR masih didatangi masyarakat yang mengupayakan untuk menyuarakan pendapatnya.

Baca Juga: Mahfud MD Desak KPK Segera Umumkan Tersangka Kasus Korupsi Haji 2024, PBNU Diduga Terlibat?

"Jadi TNI akan menjaga simbol kedaulatan negara di DPR, jadi saya sudah menyetujui dan Panglima akan menindaklanjuti bersama para kepala staf bahwa instalasi DPR akan dijaga oleh TNI," kata Sjafrie kepada awak media usai menjalani rapat dengan Komisi I di gedung DPR, Selasa, (16/9).

Sjafrie Sjamsoeddin juga menyebutkan bahwa upaya tersebut merupakan inisiatif dari Kementerian Pertahanan pasca aksi demonstasi besar-besaran pada akhir Agustus lalu.

Oleh sebab itu, dapat dilihat bahwa prajurit TNI berjaga di beberapa gedung pemerintahan, termasuk gedung DPR/MPR.

Baca Juga: Mandek Sejak 2009, RUU Perampasan Aset Jadi Poin Penting 17 Plus 8 Tuntutan Rakyat

"Sampai dengan, tadi katanya kondusif, (sampai) lebih kondusif lagi. Supaya rakyat bisa merasa aman dan nyaman dalam bekerja," jelas Sjafrie.

Bukan hanya prajurit TNI saja namun mereka juga dibekali kendaraan taktis (rantis).

Menanggapi hal itu, Laksda TNI (Purn) Soleman B. Ponto, seorang purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Laut mengatakan tujuan dari TNI berjaga di depan gedung parlemen, ia menilai ada ancaman dari pihak luar.

Baca Juga: Wapres Gibran Rakabuming Digugat Rp125 Triliun, Sidang Perdata di PN Jakarta Pusat Kembali Ditunda Gegara Ini

“Yang jelas yang tahu ancaman riilnya itu (informasi) intelejen,” ucap Soleman, dikutip dari Kompas TV.

“Pasti itu ada berita intelejen yang masuk bahwa ada ancaman sehingga diperlukanlah itu,”

Halaman:

Tags

Terkini