SENAYANPOST - Beberapa waktu lalu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn.) TNI AM Hendropriyono berkesempatan hadir di podcast Prof Rhenald Kasali.
Keduanya membahas situasi dalam negeri, utamanya adalah kondisi pascademo Agustus 2025 yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Dalam podcast tersebut, Hendropriyono mewanti-wanti ada pihak lain yang menunggangi aksi demonstrasi tersebut seperti yang terjadi di Timur Tengah dengan Arab Spring.
Ia menyebutnya sebagai 'memancing di air keruh'.
Baca Juga: Komite DPR AS Tolak Amandemen Anggaran Pertahanan, Caesar Act Masih Hantui Suriah
"Akhirnya kegagalan Arab Spring. Tidak diharapkan oleh orang Arab terjadi," kata Hendropriyono pada 30 Agustus 2025, dikutip SenayanPost.com dari YouTube Rhenald Kasali.
Rhenald Kasali kemudian menyebut apa yang terjadi di Suriah di mana Bashar Al Assad digulingkan dan digantikan dengan Ahmad Al Sharaa atau sebelumnya dikenal Abu Muhammad Al Jolani.
"Dan terjadi juga di Suriah. Amerika sangat tidak suka dengan Bashar Al Assad dan kemudian ditumbangkan, dihadirkan pemimpin yang Al Qaeda?" kata Rhenald Kasali.
Hendropriyono mengiyakan pernyataan profesor manajemen tersebut.
Baca Juga: Menlu Assad Al Shaibani: Hubungan Suriah dan Rusia Dalam, Tapi Kurang Seimbang
"Jolani itu orang Al Qaeda jadi presiden di Suriah," kata Hendropriyono.
Menurutnya, pergantian kepemimpinan di Suriah saat ini tidak sesuai dengan cita-cita reformasinya.
"Kan jadinya tidak sesuai dengan cita-cita reformasinya," imbuhnya.
Siapa Abu Muhammad Al Jolani?
Artikel Terkait
Amnesti Internasional: Pasukan Pemerintah Suriah dan Afiliasinya Eksekusi Mati Puluhan Warga Druze di Suwayda
Produk Turki Banjiri Pasar Suriah hingga Barang Lokal Sulit Bersaing, Nilai Impor Capai Rp19,77 Triliun dalam 7 Bulan
Rusia Sambangi Suriah, Tawarkan Mediasi dengan Israel Penjajah
Menlu Assad Al Shaibani: Hubungan Suriah dan Rusia Dalam, Tapi Kurang Seimbang
Komite DPR AS Tolak Amandemen Anggaran Pertahanan, Caesar Act Masih Hantui Suriah