polhukam

Opini: Yusril Ihza Mahendra dan Janji-janji Politiknya

Jumat, 12 Juli 2024 | 22:19 WIB
TM Luthfi Yazid

Sesuatu yang tidak legitimate, maka semua produk turunannya juga tidak legitimate.

Baca Juga: AM Hendropriyono Perkirakan Zaken Kabinet Pilihan Tepat untuk Pemerintahan Prabowo - Gibran

Semua produk berikutnya, niscaya tidak sah termasuk dua SK Menkumham tersebut.

Pada titik ini Yusril Ihza Mahendra, adalah Causa Proxima atau penyebab terdekat atas terjadinya semua kekisruhan di atas.

Berkaitan dengan itu, Tim Penyelamat Partai Bulan Bintang, melalui kuasa hukumnya TM Luthfi Yazid lpptelah melakukan upaya Keberatan Administratif, kepada Menkumham RI yang meminta 2 SK Menkumham tersebut secara hukum dibatalkan, dicabut.

Jika permohonan tidak dikabulkan, maka sedang dipersiapkan juga gugatan tata usaha negara, dan upaya hukum lainnya yang dibenarkan.

Baca Juga: Perkuat Moderasi Berkemajuan, Al Azhar Berikan Beasiswa untuk Santri Muhammadiyah

Kita sangat menyayangkan langkah kontra produktif Yusril. Padahal Yusril dikenal dengan kepakaran dan kepinterannya.

Dalam kehidupan bermasyarakat dan berpolitik, ternyata kepinteran saja tidaklah cukup.

Dari awal sebenarnya orang banyak berharap, Yusril benar-benar menjadi “ideolog Masyumi”.

Menjadi “Natsir Muda”. Tapi rupanya salah! Yusril bukanlah M. Natsir, mantan Perdana Menteri yang dikenal dengan kesederhanaannya dan komitmennya terhadap perjuangan ummat dan negeri ini.

Baca Juga: Terjemahan Lirik Lagu Painful, June iKON feat BOBBY iKON, Sedih Banget!

Melalui M Natsir lahir Mosi Integral sehingga NKRI tetap utuh. Ternyata Yusril hanyalah seorang “pengaggum” M Natsir. Yusril bukan seorang ideolog.

Yusril hanyalah penulis tentang Masyumi dan penulis tentang M. Natsir. Ia tidak lebih layaknya seperti seorang wartawan.

Pertanyaannya, apakah PBB dapat diselamatkan, sebagai penerus cita-cita Masyumi? Apakah harapan banyak tokoh dan pendiri PBB yang sebagian sudah tiada yang menggantungkan perjuangan aspirasi ummat kepada Yusril akan menjadi kenyataan? Semoga Yusril menyadari semua sepak terjangnya yang "kontroversial" dan "ilegal" itu.***

Halaman:

Tags

Terkini