"Jadi, Jeera itu yayasan yang membina napi, barista, kulit, mereka memang ada kerja sama dengan koperasi di tempat dia itu," terangnya.
Baca Juga: Dua Alasan Serial Attack on Titan Tak Masuk Kelompok 'Shonen Dark Trio'
Kemudian Yasonna mengungkap bahwa Tio batal menjadi pelatih karena melakukan pelanggaran berat.
"Tio pernah diminta pelatih, tapi karena dia melakukan pelanggaran berat, diberhentikan," jelasnya.
Yasonna meminta wartawan agar menanyakan langsung kepala rumah tahanan (karutan).
Baca Juga: Preview dan Jam Tayang Anime Oshi no Ko Episode 4: Debut Aqua sebagai Aktor!
"Makanya heran juga saya. Pelanggaran Tio Pakusadewo tanya karutannya. Pokoknya berat, masuk straff cell," ujarnya.
Yasonna juga tak menampik bahwa Yayasan Jeera ini memang ada namun anaknya tidak terlibat.
"Yayasan (Jeera) ini (memang) ada, bukan dia (Yamitema) ada di situ," katanya.
Baca Juga: Mahfud MD Sebut Pemerintah Pusat Tak Akan Minta Maaf soal Pelanggaran HAM Berat, Ini Alasannya
Yasonna menilai bahwa ini hanyalah politik saja jelang Pemilu 2024.
"Enggak ada (anak saya), yayasannya saja yang ada, dia (Yamitema) tidak ikut di dalam, biasalah politik," pungkas Yasonna Laoly ditanya soal keterlibatan anaknya dalam bisnis lapas.***
Artikel Terkait
Penembakan Kantor MUI Pusat, Kapolda Metro Jaya Ungkap Dugaan Awal Senjata yang Digunakan Pelaku
Identitas Pelaku Penembakan Kantor MUI Pusat Diungkap Polisi, Ternyata Sempat Rusak Kantor DPRD Lampung
Mahfud MD Sebut Pemerintah Pusat Tak Akan Minta Maaf soal Pelanggaran HAM Berat, Ini Alasannya
Kesaksian KH Cholil Nafis saat Insiden Penembakan di Kantor MUI Pusat, Sebut Dengar Bunyi Sangat Keras
Motif Sementara Mustopa Lakukan Penembakan di Kantor MUI Pusat, Polres Pasawaran Beberkan Kesaksian sang Istri