Panglima TNI Beberkan Fungsi dari Status Siaga Tempur di Papua

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Rabu, 26 April 2023 | 23:47 WIB
Panglima TNI Laksamana Yudo saat memimpin apel pasukan beberapa waktu lalu. (Fot: Puspen TNI)
Panglima TNI Laksamana Yudo saat memimpin apel pasukan beberapa waktu lalu. (Fot: Puspen TNI)

SENAYANPOST - Status siaga tempur di Papua diberlakukan, pernyataan ini resmi diungkapkan oleh Laksamana Yudo Margono, Panglima TNI.

Status siaga tempur diumunkan pada 18 April 2023 lalu, di daerah-daerah Papua yang dinilai rawan teror dan serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau kelompok separatis teroris.

"Siaga tempur, ditekankan lagi, kan selama ini kita sampaikan operasi teritorial, operasi komunikasi sosial, karena masyarakatnya di situ kerawanan-nya tidak tinggi, tapi khusus daerah-daerah tertentu yang kerawanan tinggi, ya kita tekankan lagi kepada mereka untuk siaga tempur," ungkap Yudo Margono, dikutip dsri Antara.

Lebih lanjut Laksamana Yugo Margono menjelaskan bahwa, status siaga tempur sebagai penekanan, bukan operasi militer.

Baca Juga: Kazakhstan Batal jadi Tuan Rumah, MotoGP Musim 2023 Ini Jumlah Balapannya Berkurang

"Jadi jangan dipelesetkan itu operasi militer, bukan belum operasi militer. Siaga tempur itu untuk menumbuhkan naluri militer pada para prajurit," tambah Laksamana Yudo Margono.

Selain itu Laksamana Yugo Margono juga menyebutkan siaga tempur perlu untuk memperkuat naluri bertempur para prajurit apalagi jika mereka diserang oleh KKB.

"Itu kan bukan operasi militer, siaga tempur, siaga tempur itu kan untuk pasukan kita sendiri supaya siaga sewaktu-waktu diserang. TNI ini kan harus selalu siaga pasukan itu," tambah Yudo.

Yudo pun mengungkapkan status siaga tempur bukan berarti prajurit TNI akan bertindak ofensif.

Baca Juga: Setelah Dipakai Mudik Jarak Jauh, Cek Komponen Ini pada Mobil Agar Kondisinya Tetap Prima

"Bukan ofensif, kita tetap defensif, tapi mereka harus siap karena memang di daerah yang kerawanan-nya tinggi sehingga harus siaga tempur tadi," tutur Yudo.

Penetapan status siaga tempur itu dilakukan pasca gugurnya lima prajurit dari Yonif 321/GT akibat penyerangan yang dilakukan oleh KKB atau kelompok separatis teroris (KST) ​​​​​pada pertengahan April 2023 di Mugi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.

Kelima prajurit tersebut gugur saat menjalankan operasi pencarian dan penyelamatan pilot Susi Air, Phillip Mehrtens, yang disandera KKB sejak Februari 2023. Mereka adalah Pratu Miftahul Arifin, Pratu Ibrahim, Pratu Kurniawan, Prada Sukra dan Pratu F.

Para prajurit yang gugur itu tergabung dalam 36 prajurit Satuan Tugas (Satgas) Batalion Infanteri (Yonif) Raider 321/Galuh Taruna, Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang bertugas menyisir wilayah Mugi-man, Nduga, Papua, pada 15 April 2023. Namun, saat mereka menjalani tugasnya, KKB atau KST menghadang dan menyerang pasukan TNI itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X