Sri Rajasa juga mempertanyakan mengapa perkembangan perkara itu, menurut klaimnya, tidak terlebih dahulu dilaporkan kepada Presiden.
"Harusnya kan gini, kenapa Kapolri nggak laporkan aja dulu ke Presiden, 'Nih Febrie pak kasusnya,' tapi dihantam langsung," ujarnya.
Ia kemudian menyampaikan dugaan pribadinya mengenai penyebab kondisi tersebut.
"Kenapa ini terjadi? Ini karena mereka saling menutupi kejahatan mereka. Mereka nggak ngelapor ke presiden. Febrie juga nggak mau lapor kejahatan Kapolri, Kapolri juga nggak, karena takut saling bongkar, saling kunci," kata Sri Rajasa.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat Presiden tidak memperoleh gambaran yang utuh mengenai perkara dimaksud.
"Nah Prabowo tidak dapat informasi yang sebenarnya gitu lho," ucapnya.
Sebagai tambahan informasi, pernyataan Sri Rajasa Chandra merupakan pandangan pribadi yang disampaikannya kepada publik.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Presiden Prabowo Subianto, Polri, maupun Kejaksaan Agung terkait klaim tersebut.***
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Pastikan Emas dan Valuta Asing Sitaan Kasus Korupsi Asli, Telah Diverifikasi BI hingga FBI
Pengamat: Pelimpahan Kasus Korupsi Batu Bara ke Kejagung Jadi Langkah Taktis Cegah Benturan Antarpenegak Hukum
Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Penganiayaan Taufik Hidayat, Mulai dari Keterangan 31 Saksi hingga Temuan Alat Siksa Ini
Eks Anggota BIN Sri Rajasa Chandra Beberkan Pandangannya soal Kasus Dugaan Korupsi yang Menyeret Febrie Adriansyah
Susno Duadji Dorong KPK Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi yang Menjerat Eks Jampidsus Febrie Adriansyah