Tanggapi Usulan Pilkada Tak Langsung, Ray Rangkuti Ingatkan Kejadian Demo Agustus 2025: Ambil Hati Rakyat, Bukan Hak Rakyat

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 15 Januari 2026 | 16:01 WIB
Ray Rangkuti sorot rencana pilkada tak langsung lewat DPRD, ingatkan soal Demo Agustus 2025 tentang suara rakyat. (Tangkapan layar YouTube Abraham Samad Speak Up)
Ray Rangkuti sorot rencana pilkada tak langsung lewat DPRD, ingatkan soal Demo Agustus 2025 tentang suara rakyat. (Tangkapan layar YouTube Abraham Samad Speak Up)

"Kalau pada akhirnya DPRD, ngapain banyak parpol? Kan kembali ke zaman orde baru, cukup tiga parpol," tuturnya.

"Ngapain banyak-banyak, nggak ada yang berbeda. Sama aja. Warna aja beda sama simbol," imbuhnya.

Pilkada tak langsung ini, kata Ray Rangkuti juga berpotensi untuk mengecilkan jumlah partai politik yang ada saat ini.

Kepercayaan Publik pada DPR dan DPRD

Sisi kepercayaan dari publik kepada anggota dewan juga turut disinggung oleh Ray Rangkuti.

Baca Juga: Eks Ketua KPK Abraham Samad Bongkar Rumusan KUHP 2026 usai Show 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono Berujung ke Meja Hukum

"Ini faktual, nggak bicara sistem. Bagaimana kita menyerahkan kedaulatan memilih kepada anggota DPRD di tengah merosotnya kepercayaan kepada mereka?" jelasnya.

"Kalau kita tanya, kita buat deretan 10 lembaga negara yang paling tidak dipercaya oleh publik, nomor 1 itu DPR, DPRD, sama," sambungnya.

"Lalu, di tengah-tengah begitu, diberi kewenangan memiliki calon kepala daerah kita? Gimana kita memberikan kepercayaan pada orang yang justru kita nggak percaya gitu? Nggak ngerti lagi saya," tuturnya.

Harus Berkaca pada Kejadian Demo Agustus 2025

Demo besar pada Agustus 2025, menurut Ray Rangkuti seharusnya menjadi pelajaran dari kurangnya kepercayaan publik.

Baca Juga: Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Ini Kata KPK

"Setidaknya 8 kantor yang DPRD yang dirusak oleh massa, memperkuat nggak ada kepercayaan, yang ada kejengkelan pada mereka," ucap Ray Rangkuti.

"Begitu di DPR nasionalnya kejadian, daerah juga terimbas padahal kejadian sebenarnya di DPR yang nasional. Yang disorot orang kan kelakuan anggota," paparnya.

Lebih lanjut, Ray Rangkuti menyebut bahwa seharusnya para anggota dewan mengambil hati rakyat usai banyaknya kejadian di tahun lalu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: YouTube Abraham Samad Speak Up

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X