Dari Teori Konspirasi ke Takfir: Jalur Cepat Menuju Ekstremisme Digital

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 11 November 2025 | 15:03 WIB
Ilustrasi, mengamati fenomena tersebarnya teori konspirasi hingga takfir yang merupakan salah satu jalan tercepat menuju ekstremisme digital. (Unsplash.com/dxmedia.hu)
Ilustrasi, mengamati fenomena tersebarnya teori konspirasi hingga takfir yang merupakan salah satu jalan tercepat menuju ekstremisme digital. (Unsplash.com/dxmedia.hu)

Inilah jebakan klasik ekstremisme digital. Teori konspirasi dijadikan pintu masuk ideologis, bukan karena faktanya kuat, tapi karena membangkitkan rasa curiga dan heroisme palsu.

Begitu seseorang merasa 'paling tahu rahasia dunia', ia lebih mudah diarahkan pada ideologi yang menawarkan jawaban sederhana: "Semua ini karena musuh Islam".

Masalahnya, jawaban sederhana itu selalu butuh kambing hitam—dan targetnya jarang ke luar.

Yang pertama dituduh kafir justru Muslim lain yang berbeda pandangan.

Baca Juga: Densus 88 Bongkar Terduga Pelaku Insiden Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta Bawa 7 Peledak, Meletus di 2 Lokasi

Dari Kecurigaan ke Takfir

Setelah rasa curiga tumbuh, datang tahap berikutnya: pembenaran religius.

Ayat, hadits, dan nama ulama besar dikutip sebagian, diubah konteksnya, dan dipakai untuk meneguhkan kebencian.

Tiba-tiba muncul istilah 'thaghut', 'murtad', dan 'munafik' sebagai senjata, bukan sebagai peringatan moral.

Inilah titik di mana teori konspirasi berubah jadi alat takfir—menentukan siapa yang berhak hidup dan siapa yang dianggap musuh agama.

Kaset Bush dan Cheney dalam Versi Baru

Ironinya, narasi yang mereka sebar sebenarnya barang impor lama dari era Bush–Cheney, ketika dunia diperkenalkan pada 'War on Terror'.

Waktu itu, Washington butuh dunia Islam yang terpecah; dan kini, dua dekade kemudian, sebagian umat dengan sukarela meneruskan naskah itu di Telegram.

Mereka teriak 'anti-Barat', tapi kaset yang diputar masih sama. Sudah jadul, impor lagi.

Baca Juga: Kapolri Pastikan Terduga Pelaku Ledakan di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading adalah Siswa, Polisi Dalami Motif dan Paparan Ideologi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X