Menurut Pramono, data terbaru menunjukkan 55 korban ledakan yang dipastikan semuanya akan ditanggung biaya perawatannya hingga sembuh.
Polisi Buka Posko Korban di 2 Rumah Sakit
Untuk penanganan korban ledakan, Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri mengatakan kepolisian telah membuka dua posko.
"Langkah pertama membuka posko di Rumah Sakit Yarsi dan Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, yang mana untuk membantu keluarga korban untuk mencari anak-anak yang sedang dirawat," kata Asep kepada awak media di RS Islam Cempaka Putih pada Jumat, 7 November 2025.
Baca Juga: Kelakar Prabowo Soal Isu Dikendalikan Jokowi: Tetap Hormati Pendahulu
"Data yang awal yang baru kita terima tadi ya, kalau kita jumlahkan kurang lebih sekitar 54 orang, mungkin ada yang luka ringan, ada yang luka sedang, dan mungkin tadi ada yang sudah pulang," tambahnya.
Kondisi yang dialami korban, kata Asep sebagian besar karena mengalami luka bakar dan luka serpihan kaca.
Sementara itu, pihak berwajib menurut Asep masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti ledakan.
"Kita masih menolong korban dulu sekarang, lengkapnya disampaikan nanti," tutupnya.***
Artikel Terkait
Pramono Anung Buka Suara soal Tunjangan Rumah Rp70 Juta per Bulan untuk Anggota DPRD DKI Jakarta
Sebagai Pengingat, Pramono Anung Ungkap Rencana Bangun Memorial Kerusakan Fasum Akibat Demo Agustus 2025
Pramono Tak Bantah Pernyataan Menkeu Purbaya soal Dana Rp14,6 Triliun Mengendap: Itu 1000 Persen Benar
Insiden Ledakan di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading, Polisi Pastikan Jibom Gegana Ikut Turun Tangan
Soal Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Kapolda Metro Jaya hingga Wamenko Polkam Lodewijk Minta Tak Langsung Dikaitkan Terorisme