Jokowi Contoh Mantan Pejabat yang Terus Dikulik soal Kepemimpinannya, Pengamat Sebut Sebagai Fenomena ‘Jokowisasi’

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 2 November 2025 | 19:09 WIB
Pengamat Ray Rangkuti menyoroti mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kerap diperbincangkan meski sudah tidak menjabat. (Instagram.com/@jokowi)
Pengamat Ray Rangkuti menyoroti mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kerap diperbincangkan meski sudah tidak menjabat. (Instagram.com/@jokowi)

"Ini Anda bisa lho di-Jokowisasi setelah tidak jadi pejabat, diulik terus," tambahnya.

Banyak Persoalan Menyeret Jokowi Usai Tak Menjabat Presiden

Dalam video tersebut, Ray juga menjabarkan sederetan isu yang pernah menyeret Jokowi dalam setahun terakhir saat sudah tak menjadi presiden.

"Diulik terus, ijazah, pindah ijazah ke pemakzulan, pindah ke ijazah anaknya, sekarang Whoosh dalam satu tahun," tambahnya.

Baca Juga: Jokowi Dukung Pembahasan RUU Perampasan Aset, Ungkap Pemerintahannya Pernah 3 Kali Desak DPR

Polemik Jokowi Munculkan Masyarakat yang Permasalahkan Kepemimpinannya

Berbagai isu menyeret nama Jokowi, kata Ray membuat kini muncul masyarakat yang menyoalkan kepemimpinan pimpinan sebelumnya.

“Apa yang terjadi? Itu kan artinya siapapun pemimpinnya masa yang akan datang, jangan menyimpan sesuatu yang Anda akan dipersoalkan justru setelah nggak berkuasa. Sakit,” ucapnya.

“Kenapa sakit? Karena kan ini masanya menikmati,” tegasnya.

Bandingkan Masalah Jokowi dan Soeharto yang Memantik Gelombang Publik

Ray lantas membandingkan reaksi publik antara Soeharto dan Jokowi setelah selesai memimpin.

Baca Juga: Budi Arie Kena Reshuffle, Jokowi Sebut Bakal Temui Ketum Relawan Projo dalam Waktu Dekat

Ia menyebut bahwa saat Jokowi lebih kencang soal gelombang publik yang didapat karena turunnya ayah Wapres Gibran dari jabatannya sebagai Presiden terjadi sesuai aturan.

"Di Pak Jokowi ini jauh lebih kencang karena nggak ada peristiwa yang mendesak orang saat sudah lengser, kalau Pak Harto kan ada peristiwa ‘98 itu. Itu persoalan besarnya," ujar Ray.

“Karena nggak ada peristiwa yang bener-bener harus buat orang mengevaluasi. Perjalanannya bisa, proses legalitas terjadi, kekuasaan dua periode, serah terima tapi setelah itu dipersoalkan orang,” paparnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: YouTube Forum Keadilan TV

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X