AM Hendropriyono Prihatin soal Penyerbuan Retret Pelajar Kristen di Sukabumi: Bentuk Degradasi Supremasi Hukum

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 2 Juli 2025 | 13:26 WIB
AM Hendropriyono prihatin soal penyerbuan retret pelajar Kristen di Sukabumi yang merupakan bentuk degradasi supremasi hukum. (Tangkapan layar YouTube Rhenald Kasali)
AM Hendropriyono prihatin soal penyerbuan retret pelajar Kristen di Sukabumi yang merupakan bentuk degradasi supremasi hukum. (Tangkapan layar YouTube Rhenald Kasali)

SENAYANPOST - Tokoh senior intelijen dan mantan Kepala BIN, Jenderal (Purn.) AM Hendropriyono, menyampaikan keprihatinannya atas aksi main hakim sendiri oleh sekelompok masyarakat yang menyerbu retret pelajar Kristen di Sukabumi, Jawa Barat.

Sebagaimana diketahui, telah terjadi aksi pembubaran retret pelajar Kristen di Sukabumi yang terjadi pada Sabtu, 28 Juni 2025 di sebuah villa di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Sukabumi.

Video aksi intoleransi tersebut pertama kali viral saat diunggah dalam akun Instagram @sukabumi_satu.

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah orang membubarkan secara paksa kegiatan retret yang dilakukan oleh siswa Kristen di villa tersebut.

Baca Juga: Tanggapi AM Hendropriyono, Pejabat Kepresidenan Palestina Ungkap Hamas Mulai Ditinggalkan Rakyat Palestina

"Kami para orang tua dari anak-anak bangsa Indonesia sangat prihatin atas tindakan main hakim sendiri oleh sekelompok masyarakat yang menyerbu orang yang sedang retret di Sukabumi, suatu hal yang tidak pernah terjadi selama Indonesia berdiri," ujar Hendropriyono dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana diterima SenayanPost.com pada 2 Juli 2025.

Ia menegaskan bahwa tindakan semacam ini adalah perbuatan keliru dan tidak mencerminkan nilai hukum di negara demokrasi.

"Perbuatan mereka itu jelas salah, karena merupakan bentuk degradasi terhadap supremasi hukum (rule of law) di negara kita," tambahnya.

Baca Juga: AM Hendropriyono Beri Apresiasi, Bakti Abadi Boy Thohir kepada Almarhum Ayah

Lebih jauh, Hendropriyono menekankan bahwa negara tidak akan tinggal diam menghadapi kasus ini.

Menurutnya, penyerbuan tersebut bukan hanya merugikan korban langsung, tetapi juga mencoreng nama baik bangsa Indonesia di mata dunia.

"Dalam sejarah kebangsaan kita, negara tidak akan absen dengan kejadian ini, sehingga akan sangat merugikan para pelaku yang telah merugikan nama besar dan martabat bangsa Indonesia di fora dunia," pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X