TKN Prabowo-Gibran Kritik Film Dokumenter Dirty Vote, Sebut Ada Pihak yang Tersudutkan

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 12 Februari 2024 | 14:08 WIB
TKN Prabowo dan Gibran kritik film dokumenter Dirty Vote yang mengungkap berbagai kecurangan Pemilu 2024. (Twitter.com/@gibran_tweet)
TKN Prabowo dan Gibran kritik film dokumenter Dirty Vote yang mengungkap berbagai kecurangan Pemilu 2024. (Twitter.com/@gibran_tweet)

SENAYANPOST - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Habiburokhman mengatakan bahwa film dokumenter Dirty Vote yang baru-baru ini viral bernada fitnah.

Selain itu, Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran juga menyatakan bahwa narasi yang dibawakan dalam film yang disutradari oleh Dandhy Dwi Laksono itu membawa narasi yang tidak ilmiah.

Oleh karena itu, TKN Prabowo-Gibran mengajak kepada masyarakat untuk tidak terhasut oleh narasi yang dibawakan oleh film Dirty Vote tersebut.

Sebagai tambahan informasi, Dirty Vote adalah film dokumenter yang mengungkap banyak fakta terkait kecurangan Pemilu 2024.

"Sebagian besar yang disampaikan film tersebut adalah sesuatu yang bernada fitnah, narasi kebencian yang asumtif, dan sangat tidak ilmiah," kata Habiburokhman pada 11 Februari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Baca Juga: Dokumenter Dirty Vote Kritik Bawaslu Jelang Pemilu 2024, Rahmat Bagja: Silakan Saja

Ia juga mempertanyakan kapasitas narasumber yang ada di film tersebut, sebut saja Zainal Arifin Mochtar dari UGM, Feri Amsari dari Universitas Andalas, dan Bivitri Susanti dari Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera.

"Saya mempertanyakan kapasitas tokoh-tokoh yang ada di film tersebut dan saya kok merasa sepertinya ada tendensi, keinginan untuk mendegradasi pemilu ini dengan narasi yang sangat tidak berdasar," lanjutnya.

Menurutnya, narasi film tersebut seolah-olah menyudutkan salah satu pasangan calon (paslon).

"Jadi, tindakan-tindakan mereka yang menyampaikan informasi yang tidak argumentatif, tetapi tendensius untuk menyudutkan pihak tertentu, berseberangan dengan apa yang menjadi sikap sebagian besar rakyat," lanjutnya.

Selanjutnya, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terhasut dan terprovokasi akibat film tersebut.

Baca Juga: Survei Elektabilitas SPIN Pemilu 2024: Prabowo dan Gibran Hampir 55 Persen, AMIN dan Ganjar Dapat Segini

"Kami menyarankan kepada rakyat untuk tidak terhasut, serta tidak terprovokasi oleh narasi kebohongan dalam film tersebut serta tidak melakukan pelanggaran hukum," jelasnya.

Ia juga mengajak kepada masyarakat untuk melaksanakan Pemilu 2024 dengan tertib dan damai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X