SENAYANPOST - Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD resmi mengumumkan mundur sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan atau Menko Polhukam.
Mahfud menyampaikan rencana mundur sebagai Menko Polhukam di depan Pura Ulun Danu, Desa Swastika Buana, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah, pada Rabu (31/1).
Dalam pernyataannya, Mahfud MD menjelaskan bahwa dirinya telah membawa surat pengunduran diri sebagai Menko Polhukam untuk disampaikan ke Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Gerah dengan Pernyataan Netanyahu soal Palestina, Jokowi: Sama Sekali Tidak Dapat Diterima
Hal itu terkait masa depan politiknya yang tengah menjadi perbincangan publik.
Ia mengungkapkan niatnya untuk menyerahkan surat tersebut secara langsung kepada Presiden pada hari Kamis (01/02/2024).
Mahfud ingin menyampaikan langsung kepada Presiden sebagai bentuk penghormatan dan permohonan pamit yang baik.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, memberikan pandangannya terkait keputusan Mahfud MD.
Arifki meyakini bahwa Mahfud MD akan memanfaatkan sisa waktu kampanye untuk mengkritik kepemimpinan Presiden Jokowi secara terbuka.
Dia menilai menilai langkah politik Mahfud yang cukup baik menjelang hari pencoblosan.
Arifki menilai bahwa Mahfud MD akan lebih leluasa melakukan langkah politik sebagai calon wakil presiden apabila mundur dari jabatan menteri.
Mahfud MD akan lebih leluasa dalam mengkritik pemerintahan Jokowi ketika tidak lagi menjabat sebagai menteri.
Artikel Terkait
TPN Ganjar Mahfud Optimis Pilpres 2024 Dua Putaran, Ini Alasannya
Survei Terbaru Poltracking: Elektabilitas Prabowo-Gibran 46,7 Persen Ungguli Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud
BEREBUT SIAPA YANG PALING NU DI PILPRES 2024?
Mahfud MD Pastikan Segera Mundur dari Kabinet Jokowi, Berikut Pernyataan Lengkapnya
Gerah dengan Pernyataan Netanyahu soal Palestina, Jokowi: Sama Sekali Tidak Dapat Diterima