nasional

Opini: Fikih Kritis dalam Perspektif Climate Change

Jumat, 5 Juli 2024 | 23:58 WIB
Budhy Munawar

Oleh: Budhy Munawar-Rachman, Dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara (STF), Jakarta

SENAYANPOST - Ulil kelihatannya skeptis terhadap adanya perubahan iklim atau climate change, yang perlu penanganan segera dan urgen.

Menanggapi Ulil, saya ingin menambahkan kritik saya terhadap Ulil dengan pertanyaan sederhana ini: “seberapa jauhkah kita bisa percaya pada adanya perubahan iklim?

Perubahan iklim, telah menjadi topik yang sangat penting dan mendesak di seluruh dunia.

Ulil tidak menganggap kemendesakan ini, walaupun keberadaan dan dampaknya telah didokumentasikan secara luas, melalui penelitian ilmiah dan data observasional yang terpercaya.

Baca Juga: Ekspor Minyak Mentah Iran ke China Semakin Membesar

Bukti-bukti ilmiah yang ada terkait beberapa isu seperti: kenaikan suhu global, pemanasan laut, pencairan es dan salju, kenaikan permukaan laut, penurunan es laut arktik, peristiwa ekstrem yang meningkat (gelombang panas, banjir, dan badai), dan asidifikasi lautan, sudah sering dibahas para ahli, juga dibuat film-film dokumenter.

Bukti ilmiah, mengenai perubahan iklim juga sangatlah kuat dan konsisten.

Data dari berbagai sumber dan metode observasi menunjukkan bahwa, bumi sedang mengalami pemanasan dengan cepat dan bahwa aktivitas manusia, terutama emisi karbon dioksida dari pembakaran bahan bakar fosil, batu bara salah satunya, adalah penyebab utamanya.

Dampak dari perubahan iklim ini, sudah terlihat dan diperkirakan akan semakin parah jika emisi gas rumah kaca tidak dikendalikan.

Baca Juga: International Hijriah Food Festival, Rayakan Tahun Baru Islam 1446H

Dengan demikian, kita bisa sangat memercayai adanya perubahan iklim berdasarkan bukti-bukti ilmiah yang ada. Ini bukan “konspirasi” seperti istilah Ulil.

Keberlanjutan ekosistem kita dan kualitas hidup di masa depan, sangat bergantung pada tindakan yang kita ambil hari ini, untuk mengurangi emisi dan adaptasi terhadap perubahan yang sudah terjadi.

Tentu saja ada banyak para ahli yang tidak percaya adanya perubahan iklim, untuk menyebut beberapa: Richard Lindzen adalah seorang fisikawan atmosfer dan mantan profesor di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Halaman:

Tags

Terkini