Terakhir, menyelenggarakan referendum di daerah yang dianggap sengketa.
Baca Juga: Opini: Bung Karno, Tito, dan Ekonomi Pancasila
"PBB perlu mengatur dan melaksanakan referendum di wilayah-wilayah sengketa untuk memastikan secara objektif keinginan mayoritas penduduk di berbagai wilayah sengketa tersebut," kata Prabowo.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov menyatakan bahwa pihaknya menolak usulan perdamaian tersebut.
Pihaknya menilai usulan tersebut seperti berpihak kepada Rusia.
Baca Juga: Jalani Hubungan Beda Keyakinan, Wejangan Mahalini Buat yang Pacaran Beda Agama, Nggak Usah Berjuang!
"Kedengarannya seperti sebuah rencana Rusia, bukan sebuah rencana Indonesia," kata Oleksii Reznikov pada 4 Juni 2023.
Ukraina menegaskan bahwa pihaknya tidak membutuhkan fasilitator tetapi alat untuk menyelesaikan perang.
"Saat ini kami tidak membutuhkan fasilitator. Negara kita masih melakukan perang," ujarnya.
Baca Juga: Diselingkuhi, Inara Rusli Ungkap Alasannya Dulu Mau Jadi Istri Virgoun, karena Apa?
Sebelum ini, Kemenlu Ukraina juga menyatakan bahwa usulan perdamaian Indonesia dipastikan gagal.
Ukraina meminta indonesia untuk bergabung dalam implementasi formula perdamaian negaranya sebagai gantinya.***
Artikel Terkait
Pemilu 2024: Muhaimin Iskandar Kembali Sambangi Kediaman Prabowo Subianto, Ada Apa?
Pemilu 2024: Reaksi Tak Terduga Prabowo Subianto saat Ditanya Deklarasi Capres dan Cawapres dari KKIR
Gatot Nurmantyo Ungkap Syarat Gibran Rakabuming Raka Bisa jadi Cawapres Mendampingi Prabowo Subianto
Hasil Survei Terbaru untuk Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan
Perang Rusia Ukraina: Kyiv Tolak Mentah-mentah Usulan Perdamaian Indonesia, Prabowo Subianto Jadi Sorotan