Sayang ketika mereka telah berhasil melakukan fungsinya dan menyelinap kembali ke Indonesia, Usman dan Harun begitu nama-nama mereka dengan bantuan Badan Intelijen Israel Mossad bekerjasama dengan beberapa petinggi-petinggi militer Indonesia yang anti Sukarno berhasil menangkap mereka dan dijatuhi hukuman mati.
Baca Juga: Intip Spoiler Dr Romantic 3 Episode 3: Seo Woo Jin Berbagi Momen Romantis dengan Cha Eun Jae
Ketika Soeharto berhasil mendongkel Soekarno dari tampuk kekuasaan, dengan melakukan creeping coup d’etat (kudeta merangkak) ia mengutus salah satu Aspri nya Brigjen Tjokropranolo untuk melakukan pendekatan dan negosiasi agar pemerintah Singapura, yang kala itu dipimpin oleh Lee Kuan Yew agar Usman dan Harun dapat dibebaskan dari hukuman mati, dengan imbalan Indonesia akan menghentikan politik konfrontasi Bung Karno dan sekaligus mengakui keberadaan Federasi Malaysia.
Sayang usaha kemanusiaan tersebut gagal karena Pemerintah Singapura enggan memberikan pengampunan, paling tidak membatalkan keputusan hukuman mati bagi Usman dan Harun serta bersikukuh untuk melaksanakan eksekusi mati terhadap Usman dan Harun.
Walaupun gagal dalam usahanya, pemerintah Orde Baru menghentikan politik konfrontasi serta mengakui keberadaan federasi Malaysia
Kejadian Kontroversi Di Era Konfrontasi
Baca Juga: Raja Maroko Tetapkan Tahun Baru Amaziq Sebagai Libur Nasional
Pada saat konfrontasi dengan federasi Malaysia berlangsung, penulis sudah tinggal di kota Bandung karena menjadi mahasiswa ITB jurusan Teknik Mesin.
Sebelum penulis pindah ke Bandung telah terjadi suatu kejadian yang aneh, yaitu adanya perjanjian khusus antara Bung Karno dengan penulis sehubungan dengan pernikahan-pernikahan Bung Karno dengan beberapa istrinya yang amat keras penulis tentang.
Adapun kesepakatan tersebut berisi Bung Karno berjanji akan melarang seluruh istri-istrinya hadir dalam kesempatan apapun di kawasan Istana Merdeka, sebagai upaya menjaga perasaan dan kehormatan baik Ibu Fatmawati yang masih menjadi Ibu Negara dan adik-adik penulis yang keseluruhannya masih tinggal di Istana Merdeka.
Sebagai imbalan penulis harus mengakui dan menghormati hak-hak Bung Karno sebagai seorang muslim untuk menikah lebih dari satu istri.
Baca Juga: Sempat Viral di Medsos, Kapolres Metro Jakarta Selatan Cek TKP Tawuran di Mampang
Dari Bandung penulis secara berkala memonitor situasi kondisi keadaan kawasan Istana Merdeka melalui adik penulis Megawati Soekarnoputri.
Pernah suatu hari terjadi seorang istri Bung Karno menghadiri suatu pesta tari lenso untuk menghormati kedatangan tamu agung seorang Cosmonot Uni Soviet, Andriyan Nikolayev di Istana Merdeka.
Adanya kejadian tersebut esok harinya Mega menghubungi penulis via telepon ke Bandung dan menceritakan seluruh kejadiannya.
Artikel Terkait
Menteri Luhut Bereaksi Karena PDKT-nya Sama Indonesia, Eh Tesla Buka Kantor Cabang di Malaysia
Musim Mudik Lebaran Jalan Tol di Malaysia Gratis untuk Para Pemudik, Pengamat Bilang Begini
Jelang Penobatan Raja Charles III, Ribuan Orang Diperkirakan Bakal Padati Westminster Abbey
Ukraina Diduga Kirim Drone ke Kremlin, Rusia Sebut Ada Percobaan Pembunuhan terhadap Vladimir Putin
Raja Maroko Tetapkan Tahun Baru Amaziq Sebagai Libur Nasional