SENAYAN POST - Gunung Merapi terpantau mengeluarkan awan panas guguran pada pukul 11.26 WIB dengan jarak luncur 1,5 kilometer yang mengarah ke barat daya (Kali Bebeng).
Hingga kini, status Gunung Merapi masih dipantau secara intens oleh BPPTKG setelah sebelumnya mengalami erupsi pada 11 Maret 2023.
Lebih lanjut, BPPTKG juga menurunkan tim drone Badan Geologi setelah awan panas guguran pada 11 hingga 12 Maret 2023.
Dalam dua hari tersebut, Gunung Merapi meluncurkan awan panas ke arah Kali Bebeng.
Setidaknya hingga Senin, 13 Maret 2023 tercatat 60 kejadian awan panas guguran di Gunung Merapi.
Ujung luncuran awan panas guguran teramati di sisi barat daya di alur Kali Bebeng.
Baca Juga: Salut! Rose BLACKPINK Tuai Pujian Usai Insiden Ini Terjadi di Konser Born Pink Jakarta
Berdasarkan pantauan foto udara menggunakan drone, jarak luncur awan panas guguran kali ini mencapi 3,7 km dari puncak Gunung Merapi.
Pasca rangkaian awan panas guguran ini, status Merapi masih berada di tingkat Siaga Level III.
Status ini masih dipertahankan sejak 5 November 2020.
BPPTKG menerangkan bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran pada:
1. Kali Woro sejauh 3 km dari puncak;
Artikel Terkait
BPPTKG Sampaikan Status Terkini Gunung Merapi, Imbau Masyarakat Tetap Tenang
Gunung Merapi Kembali Erupsi, BPPTKG Ungkap Status Terkini
Gunung Merapi Masih Berstatus 'SIAGA', BPPTKG Ungkap Potensi Bahaya Saat Ini
Gunung Merapi Muntahkan Lagi Awan Panas Guguran, Jarak Luncur 2 Kilometer ke Arah Kali Bebeng
Cuaca di Jogja Terasa Lebih Panas, Gara-Gara Gunung Merapi?