Korban Disebut Anak Yatim Piatu
Kemarahan warga memuncak karena korban disebutkan adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal dengan keluarga angkatnya.
Baca Juga: Kilas Balik Curhatan Nanik S Deyang Sebelum Mundur dari Kursi Kepala BGN
Peristiwa tersebut bermula saat korban merasa sakit di bagian dubur dan keluarga membawanya untuk diperiksa, sampai akhirnya mengaku telah mendapat perlakuan tak menyenangkan.
“Kecurigaan warga menguat karena ketidakhadiran korban saat ujian sekolah. Demi mengantar lembar ujian, guru berinisial D datang langsung ke rumah,” ucap Sekretaris Desa setempat, dikutip pada Kamis.
Melihat gelagat tak biasa itu, ibu angkat korban yang membawanya ke klinik dan pemeriksaan medis dilakukan.
Unggahan dari Instagram @wilis_medan menyebutkan bahwa korban sempat tidak masuk sekolah selama hampir dua minggu.
Dugaan pencabulan yang membuat geger warga Tanjungbalai ini tengah dalam proses penyelidikan untuk penyelesaian hukumnya.*
Artikel Terkait
Di Balik Kasus Pelecehan di Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Ada Santriwati yang Tuntut Keadilan usai 4 Tahun Bungkam
Heboh Kiai jadi Tersangka Pelecehan Seksual, Kemenag Ungkap Nasib 252 Santri Ponpes Ndholo Kusumo Pati
Fakta Anyar Kasus Pelecehan Seksual di Ponpes Ndholo Kusumo Pati: Pengakuan Miris dari Santriwati
Pengakuan Menohok Asyari usai Jadi Tersangka Pelecehan Seksual di Ponpes Ndholo Kusumo: Saya Bukan Kiai
Pelecehan Seksual Kembali Dilakukan Tenaga Pendidik, 15 Mahasiswi Ngaku Korban Dosen Senior