SENAYANPOST - Nama pesantren Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Tengah jadi sorotan publik usai mencuatnya kasus pelecehan seksual terhadap 50 santriwati yang diduga dilakukan oleh oknum kiai bernama Ashari (58).
Kini proses pendidikan untuk para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah dipastikan tetap berjalan.
Meski saat ini proses hukum pada oknum kiai yang diduga melakukan pelecehan seksual masih berjalan, Kementerian Agama (Kemenag) mengungkapkan bahwa santri yang belajar akan pindah ke sekolah lain.
“Pendidikan para santri Ndholo Kusumo harus terus berlanjut, ini yang juga menjadi fokus Kementerian Agama,” ujar Direktur Pesantren Basnang Said di Jakarta, dikutip dari laman resmi Kemenag.
“Kita akan pindahkan para santri agar bisa melanjutkan sekolah di lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Pati,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Basnang membeberkan bahwa saat ini ada 252 orang santri yang belajar di ponpes tersebut.
Sebanyak 4 santri berada di tingkat Raudhatul Athfal atau setara dengan PAUD, 89 santri tingkat Madrasah Ibtidaiyah atau setara SD, 91 santri SMP, 50 santri di tingkat Madrasah Aliyah atau SMA, dan 8 santri tidak sekolah atau hanya belajar di pondok.
Adapun untuk santri kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah, sudah mengikuti ujian pada 4-12 April 2026 dan saat ini tidak tinggal di ponpes.
Semua santri yang sebelumnya tinggal di Ponpes Ndholo Kusumo, juga telah dipulangkan ke rumah masing-masing pada 2 dan 3 Mei 2026.
Kemenag Kabupaten Pati, akan memfasilitasi proses kepindahan para santri dari Ponpes Ndholo Kusumo ke sekolah barunya.
Ada sejumlah lembaga pendidikan, baik itu ponpes, sekolah, maupun madrasah yang sudah direkomendasikan untuk menjadi tempat belajar baru para santri.
Beberapa di antaranya adalah MI Khoiriyatul Ulum Sitiluhur, MI Matholiun Najah Tlogosari, SMP Al-Akrom Banyuurip, MA Al-Akrom Banyuurip, MA Assalafiyah Lahar, dan MA Khoiriyatul Ulum Trangkil.
Sama halnya dengan para santri, para tenaga pendidik dari Ponpes Ndholo Kusumo juga akan dipindahkan ke madrasah atau sekolah binaan Kemenag dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pati.
Artikel Terkait
Aktvis NU Desak Reformasi Dana Hibah Pesantren: Fenomena Kiai Broker dan Hedonisme Kelompok Agamawan Merusak Moral
Tembok Asrama Pesantren Najmul Hidayah Al Aziziyah di Bireuen Aceh Ambruk, Diduga Jebol Gegara Banjir Bandang
Silaturahmi ke Pesantren Tebuireng, Gus Yahya Sebut Siap untuk Islah Demi PBNU
Progres Pembersihan Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang, Terus Berjalan Meski Minim Penerangan
Di Balik Kasus Pelecehan di Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Ada Santriwati yang Tuntut Keadilan usai 4 Tahun Bungkam