SENAYANPOST - Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB) menjadi salah satu kampus yang dicatut, oleh Rifaldy Fajar dalam kasus dugaan pemalsuan riset.
Indikasi adanya pemalsuan riset yang dilakukan oleh Rifaldy Fajar cs ini terungkap, ketika Prihantini melakukan pemaparan materi di konferensi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Kopenhagen, Denmark.
Dalam riset tersebut, UMB terafiliasi dengan salah satu anggota tim riset, yakni Elfiany Syafruddin.
Setelah kasus tersebut panas di media sosial, warganet lalu mengulik dan menduga bahwa Elfiany Syafruddin merupakan ibu kandung dari Rifaldy Fajar.
Baca Juga: Dukung Fatwa Muhammadiyah, Muhadjir Effendy: Pengalihan Dam ke Tanah Air Efektif Atasi Stunting
Adapun penulisan namanya dalam penelitian tersebut, diduga agar bisa mendapatkan travel grant untuk ‘jalan–jalan gratis’ ke luar negeri.
Setelah nama kampus ikut dicatut dalam penelitian, pihak UMB buka suara dengan membeberkan status dari Elfiany Syafruddin.
UMB membenarkan bahwa Elfiany merupakan salah satu alumninya yang masuk dengan status sebagai mahasiswa pindahan.
Elfiany terungkap sebagai alumni Program Studi Bahasa Indonesia, saat UMB masih bernama STKIP Muhammadiyah Bulukumba dan lulus pada tahun ajaran 2010/2011.
“Saudari Elfiany Syafruddin bukan merupakan doksen, staf peneliti, maupun mahasiswa aktif di UMB, statusnya murni hanya sebagai alumni,” ungkap pihak UMB dalam keterangannya.
Pihak kampus juga menyoroti terkait afiliasi UMB dengan Elfiany, yang dianggap melanggar etika publikasi.
Menurut pihak kampus, alumni tidak diizinkan untuk menggunakan nama almamater sebagai afiliasi, kecuali masih berstatus sebagai mahasiswa aktif maupun staf resmi.
“Tindakan pencatutan ini adalah pemalsuan identitas akademik yang merugikan institusi kami,” tegasnya.
UMB juga menuntut Elfiany untuk menghentikan praktik pencatutan nama kampus, serta menarik atau menghapus nama UMB.
Artikel Terkait
Kutip Imam Al Ghazali, Masjid At Tanwir PP Muhammadiyah Serukan Ibadah di Bulan Ramadan dengan Gembira
Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Jumat 20 Maret 2026
Gunakan Kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal, Muhammadiyah Pastikan Idulfitri 2026 Dirayakan Serentak
Idulfitri 2026 Jatuh pada Hari Jumat, Muhammadiyah Anjurkan Warga Tetap Tunaikan Salat Jumat
Dukung Fatwa Muhammadiyah, Muhadjir Effendy: Pengalihan Dam ke Tanah Air Efektif Atasi Stunting