SENAYANPOST - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengusulkan agar posisi gerbong perempuan di rangkaian KRL Commuter Line dipindang.
Dalam usulannya, ia menyarankan agar KCI memindahkan gerbong perempuan ke bagian tengah usai insiden kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, (27/4/26).
Usulan disampaikan setelah menjenguk para korban kecelakaan kereta yang melibatkan KRL jurusan Cikarang dan kereta api jarak jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek Gambir-Surabaya Pasar Turi itu.
Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah
Arifah mengaku telah melakukan pembicaraan dengan pihak KAI mengenai posisi gerbong perempuan dalam rangkaian KRL.
Baca Juga: Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL di Stasiun Bekasi Timur: 5 Korban Meninggal Dunia, 79 Penumpang Luka
“Tadi kalau tadi kita ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ujar Arifah kepada awak media di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi pada Selasa, (28/4/26).
“Jadi, depan belakang itu laki-laki, yang perempuan di tengah, untuk gerbongnya ya supaya juga lebih aman,” lanjutnya.
Saat menjenguk para korban di rumah sakit, Arifah mengaku kaget karena ada korban laki-laki dalam insiden itu.
“Kalau gerbong perempuan, banyaknya perempuan. Tadi ada yang laki-laki itu karena dia ada di gerbong tiga dan juga ada yang dari Argo Bromo yang kena juga,” jelasnya.
Baca Juga: Rekam Jejak Jumhur Hidayat Disorot Rocky Gerung, Sebut Mantan Napi namun Seorang Intelektual
Tanggung Jawab Pemerintah pada Korban Kecelakaan
Arifah juga menjelaskan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas insiden tersebut, seperti dari PT KAI yang akan menanggung semua biaya perawatan.
“Dari kami, Kementerian PPPA, pertama kami pendampingan bukan hanya medis, tapi pemulihan secara fisik maupun psikologis,” ucap Arifah.
Artikel Terkait
Viral Penumpang KRL Kehilangan Tumbler, Ini Kata Bos KAI
Dukung Program 3 Juta Rumah, PT KAI Bangun 5.484 Rusun TOD di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya
Babak Baru Aksi Warga Blokade Perlintasan Kereta Api, KAI Ambil Tindakan Hukum
Penumpang Masak Mie Instan Pakai Panci di Kereta, KAI Tegur Keras, Beberkan Akibatnya
Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL di Stasiun Bekasi Timur: 5 Korban Meninggal Dunia, 79 Penumpang Luka