Usai Kecelakaan KRL dan Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Menteri PPPA Usulkan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Selasa, 28 April 2026 | 21:23 WIB
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengusulkan gerbong perempuan di KRL untuk dipindah ke tengah. (Threads/evanleonardus- Instagram/arifah.fauzi)
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengusulkan gerbong perempuan di KRL untuk dipindah ke tengah. (Threads/evanleonardus- Instagram/arifah.fauzi)

SENAYANPOST - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengusulkan agar posisi gerbong perempuan di rangkaian KRL Commuter Line dipindang.

Dalam usulannya, ia menyarankan agar KCI memindahkan gerbong perempuan ke bagian tengah usai insiden kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, (27/4/26).

Usulan disampaikan setelah menjenguk para korban kecelakaan kereta yang melibatkan KRL jurusan Cikarang dan kereta api jarak jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek Gambir-Surabaya Pasar Turi itu.

Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah

Arifah mengaku telah melakukan pembicaraan dengan pihak KAI mengenai posisi gerbong perempuan dalam rangkaian KRL.

Baca Juga: Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL di Stasiun Bekasi Timur: 5 Korban Meninggal Dunia, 79 Penumpang Luka

“Tadi kalau tadi kita ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ujar Arifah kepada awak media di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi pada Selasa, (28/4/26).

“Jadi, depan belakang itu laki-laki, yang perempuan di tengah, untuk gerbongnya ya supaya juga lebih aman,” lanjutnya.

Saat menjenguk para korban di rumah sakit, Arifah mengaku kaget karena ada korban laki-laki dalam insiden itu.

“Kalau gerbong perempuan, banyaknya perempuan. Tadi ada yang laki-laki itu karena dia ada di gerbong tiga dan juga ada yang dari Argo Bromo yang kena juga,” jelasnya.

Baca Juga: Rekam Jejak Jumhur Hidayat Disorot Rocky Gerung, Sebut Mantan Napi namun Seorang Intelektual

Tanggung Jawab Pemerintah pada Korban Kecelakaan

Arifah juga menjelaskan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas insiden tersebut, seperti dari PT KAI yang akan menanggung semua biaya perawatan.

“Dari kami, Kementerian PPPA, pertama kami pendampingan bukan hanya medis, tapi pemulihan secara fisik maupun psikologis,” ucap Arifah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X