SENAYANPOST – PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara resmi mengumumkan dimulainya proyek pembangunan rumah susun (rusun) berkonsep Transit Oriented Development (TOD) pada Senin (16/3/2026). Proyek hunian yang menempel dengan area stasiun ini tersebar di empat kota utama, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, serta Surabaya.
Secara keseluruhan, terdapat 5.484 unit hunian yang akan dibangun. Rinciannya mencakup 2.200 unit di Stasiun Manggarai (Jakarta), 753 unit di Stasiun Kiaracondong (Bandung), 1.042 unit di kawasan RSUP Dr Kariadi (Semarang), dan 1.489 unit di Stasiun Gubeng (Surabaya).
Proses groundbreaking atau peletakan batu pertama untuk ribuan unit di Stasiun Manggarai telah dilaksanakan hari ini, dengan target penyelesaian konstruksi pada awal tahun 2027.
"Pada acara ini, kita akan pencanangan juga untuk 3 lokasi lainnya, yaitu di Bandung di Stasiun Kiaracondong itu nantinya akan menempati lahan sebesar 7.600 meter persegi dengan total hunian 753 unit hunian yang terdiri dari 2 tower. Di Semarang (sekitar RSUP) Dr Kariadi itu 1,2 hektare yang akan dibangun 1.042 unit hunian 2 tower 42 lantai. Di Surabaya lokasi Stasiun Gubeng 1.489 unit hunian, 2 tower 52 lantai, menempati 1,2 hektare lahan," papar Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Lahan BUMN Tak Boleh Dijual, Wajib Diprioritaskan untuk Perumahan Rakyat
Mendukung Program 3 Juta Rumah Pemerintah
Inisiatif ini merupakan bagian dari realisasi program 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah guna menyediakan hunian layak dengan harga terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Bobby menjelaskan bahwa KAI mengelola lahan seluas 320 juta meter persegi di seluruh penjuru Indonesia. Aset lahan tersebut dinilai sangat potensial untuk ditransformasi menjadi kawasan TOD yang mampu menopang mobilitas warga kota sekaligus memperluas ketersediaan tempat tinggal.
Khusus untuk wilayah Jabodetabek, lahan milik KAI diprediksi mampu menampung hingga 131 ribu unit rusun TOD. Lokasi yang berdekatan dengan akses transportasi publik ini diharapkan dapat memangkas waktu serta biaya perjalanan harian masyarakat.
"Tentunya, melalui pengembangan kawasan berbasiskan stasiun ini, KAI ingin menghadirkan ekosistem kota yang lebih terintegrasi, hunian yang dekat dengan transportasi publik, pemanfaatan lahan yang efisien, serta mobilitas yang lebih mudah bagi masyarakat perkotaan," pungkas Bobby. *
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Serahkan 90.000 Hektare Lahan untuk Konservasi Gajah Sumatra
Yen Palestine Iso Gemuyu, Niat Tulus Presiden Prabowo
Instruksi Langsung Presiden Prabowo: Kapolri Diminta Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
BHR Ojol Naik Signifikan, Pengemudi di Solo Terharu Terima Manfaat Kebijakan Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Tegaskan Lahan BUMN Tak Boleh Dijual, Wajib Diprioritaskan untuk Perumahan Rakyat