"Maksudnya apa? Kalau fakultas hukum terbaik di Indonesia tidak bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik, ini menjadi suatu representasi dan gambaran terhadap negara ini," kritik Andovi.
"Semua mata tertuju ke FH UI. Intinya, ketika fakultas hukum terbaik di Indonesia tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini, masalah besar ada di tangan kita, dan negara ini," tegasnya.
Berkaca dari hal itu, sebelumnya, beredar pula narasi pembelaan terhadap terduga pelaku mahasiswa yang merupakan orang tua dengan jabatan penting di Indonesia.
Tak hanya soal pengungkapan kasus pelecehan, Andovi juga membeberkan dugaan adanya sejumlah oknum orang tua terduga pelaku mahasiswa sebagai pemangku jabatan penting di RI.
"Dan, satu lagi, gua dengar banyak dari mereka, orang tuanya (punya jabatan) penting-penting. Dari keluarga penting," ungkap Andovi.
Perihal itu, Andovi meminta pihak kampus agar tetap teguh memberikan sanksi terhadap para pelaku meski adanya dugaan tekanan dari pihak ortu terduga pelaku.
"Mari kita lihat kalau FH UI atau Universitas Indonesia memiliki kekuatan untuk melakukan hal yang benar," terang Andovi.
"Meskipun pasti ada tekanan dari orang tua dan keluarga-keluarga ini yang penting," tandasnya.***
Artikel Terkait
Pilu Wanita Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual di KRL Bogor: Tangannya Masuk-masuk
Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, Bermula dari Skandal Chat Grup
Korban Skandal Pelecehan di FH UI Minta Isi Chat Terduga Pelaku Tak Dianggap Sepele, Hasil Perjuangan 1,5 Tahun
Dugaan Chat Ortu Mahasiswa FH UI yang Minta Tak Ada Sanksi DO Viral, Usai Anaknya Terlibat Kasus Pelecehan
Kasus Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus Kembali Terkuak, Kini Melibatkan Dosen UBL